Menu

Mode Gelap

Kesehatan · 22 Okt 2019 20:06 WITA ·

Dompu Paling Siap Implementasikan Revitalisasi Posyandu dan Zero Waste


					Hj. Sitti Rohmi Djalillah Perbesar

Hj. Sitti Rohmi Djalillah

MATARAM,DS-Dalam hal implementasi program revitalisasi dan Zero Waste di NTB, ternyata Kabupaten Dompu merupakan daerah yang paling siap dan paling maju dibandingkan kabupaten/kota lainnya. Bahkan keberhasilan Kabupaten Dompu menjadi kabupaten terbaik dalam proses mewujudkan program unggulan Revitalisasi Posyandu menjadi posyandu keluarga telah diakui secara nasional.

Dari 433 posyandu yang ada di Dompu, 270 posyandu telah berhasil naik strata menjadi posyandu keluarga dalam kurun waktu 11 bulan saja. Hebatnya lagi, ke-270 Posyandu Keluarga tersebut juga terintegrasi dengan Program Jumpitan Sampah dari Bank Sampah. Sehingga masyarakatnya yang tidak memiliki BPJS cukup menukarkan sampah untuk membayar pengobatan di Puskesmas setempat. Sementara di daerah lain di NTB capaiannya masih relatif lebih kecil, bahkan masih dalam tahapan penyiapan strategi dan konsolidasi.

Keberhasilan Dompu dalam menciptakan inovasi dan strategi mengelola posyandu keluarga terintegrasi bank sampah, terungkap dalam Rapat Koordinasi Pembagian peran Pemerintah Provinsi dan kabupaten/kota se-NTB terkait program Revitalisasi Posyandu, Zero Waste dan TPKJM Tingkat Provinsi NTB di Mataram, Selasa (22/10/2019).

Wakil Gubernur NTB, Dr.Hj.Siti Rohmi Djalilah, M.Pd dalam paparannya sebagai keynote speaker pada pertemuan tersebut mengungkapkan revitalisasi posyandu menjadi program prioritas pemerintah Provinsi NTB. “Melalui revitalisasi ini, kita optimis bisa menangani lingkup dusun dengan cermat, dengan detail, dengan serius,” ujarnya.

Menurut Wagub yang akrab disapa Umi Rohmi itu, melalui posyandu keluarga tidak hanya permasalahan kesehatan saja yang dapat dideteksi lebih dini, tapi juga hampir semua masalah sosial yang ada di masyarakat bisa diselesaikan.
“Sebab yang namanya revitalisasi posyandu, maka posyandu ini benar-benar kita revitalisasikan, kita fungsikan, kita berdayakan untuk melayani dan menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di desa,” ujar Umi Rohmi.

Dalam Posyandu Keluarga, kata Wagub, terdapat sejumlah layanan yang diintegrasikan, mulai dari Posyandu KIA yang mencakup Bina Keluarga Balita (BKB), kelas stunting, kelas ibu hamil dan lain-lain. Kemudian Posbindu yaitu mencakup zero waste, kebencanaan dan deteksi dini. Juga Posyandu lansia mencakup pelayanan kesehatan dan deteksi dini. Serta Posyandu Remaja mencakup PUP (pendewasaan Usia Perkawinan), Bahaya narkoba dan berbagai permasalahan remaja lainnya.

Pada kesempatan itu juga, Umi Rohmi berharap agar setelah digelar Rakor, Pemda di 10 Kabupaten/Kota di NTB langsung mempersiapkan sterateginya masing-masing dalam bersama-sama mewujudkan Posyandu Keluarga dan Zero Waste di NTB. hm

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

PKK Punya Peran Besar Cegah Narkoba

19 Mei 2022 - 07:03 WITA

Wagub NTB Semangati Anak-anak untuk Vaksinasi

19 Mei 2022 - 06:58 WITA

Ratusan Ternak di Loteng dan Lotim Positif PMK, DPRD NTB Minta Pemprov Turun Tangan Bantu Lakukan Vaksinasi Ternak

18 Mei 2022 - 17:45 WITA

Kepala Bernanah Terus-Menerus, Bocah 5 Tahun Digelontor Bantuan

17 Mei 2022 - 06:59 WITA

Mudik Lebaran Idul Fitri, RSUD Provinsi NTB Siap Beri Pelayanan 24 Jam

4 Mei 2022 - 18:04 WITA

Jadikan Mata Telinga Gubernur, “NTB Care” Gulirkan Bantuan Kursi Roda untuk Said

26 April 2022 - 22:18 WITA

Trending di Kesehatan