Berbagi Berita Merangkai Cerita

DMS Gandeng Rumah Yatim Santuni Korban Banjir Obel-Obel

0 7

SELONG,DS-Dewan Masyarakat Sehat (DMS) Kabupaten Lombok Timur yang belum genap satu bulan terbentuk telah mulai melakukan kegiatan yang bersifat sosial. Salah satunya menggandeng Rumah Yatim Perwakilan NTB memberikan bantuan bagi warga Dusun Mentareng, Desa Obel-Obel, Kecamatan Sambelia, yang beberapa waktu lalu menjadi korban banjir bandang yang menghantam sebagian besar wilayah Sambelia.

Meski terbilang terlambat, santunan yang diberikan tentu akan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang tinggal di kaki Gunung Rinjani tersebut yang kesehariannya banyak menggantungkan hidup dengan bercocok tanam dan menjadi nelayan tradisional.

Ketua Dewan Masyarakat Sehat (DMS) Kabupaten Lombok Timur, Dedi Supriadi, yang dikonfirmasi tabloid ini di lokasi acara mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi masyarakat di wilayah tersebut yang memang menjadi langganan banjir hampir di setiap tahun.

“Pada saat banjir bandang yang menghantam sebagian besar wilayah Kecamatan Sambelia kemarin, Dusun Mentareng Desa Obel-Obel juga terkena banjir. Sekitar 5 hari daerah ini tergenang yang mengakibatkan terganggunya aktifitas warga di sini. Bantuan pun jarang sampai di sini. Sebab, posisi daerah ini sedikit ke dalam yang diperkirakan tidak diketahui banyak orang,” ungkap Dedi.

Sebagaimana diungkapkan salah seorang warga setempat, Hakikah, semenjak diterjang banjir beberapa waktu lalu, warga sangat kesulitan mendapatkan air bersih. Sebab, PAM Desa yang mengalirkan air bersih ke rumah-rumah warga terganggu kebersihan akibat kotornya sumber air yang digunakan dan baru beberapa hari ini mulai normal kembali.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Rumah Yatim NTB, Jajang, mengungkapkan bahwa pihaknya baru mengetahui keberadaan warga di Dusun Mentareng Desa Obel-Obel ini dari pemberitahuan yang disampaikan Dewan Masyarakat Sehat. Atas dasar pemberitahuan tersebut, Rumah Yatim bergegas menyalurkan bantuannya sebagaimana dilakukannya di beberapa lokasi bencana termasuk ke wilayah Bima.

“Anggaran yang kita salurkan di sini, sebenarnya bukan anggaran untuk bencana. Sebab, anggaran untuk itu telah habis disalurkan di Bima,” jelasnya

Adapun penyaluran bantuan kali ini diambilkan dari anggaran bantuan rutin fakir miskin yang disalurkan setiap dua bulan sekali. “Karena, kita terlambat mengetahui keberadaan korban banjir di daerah ini. Memang, jumlahnya tidak terlalu besar, namun diharapkan dapat membantu meringankan beban warga yang tertimpa musibah,” ungkap Jajang yang membawa ratusan bingkisan paket sembako ke Dusun Mentareng. krisma ag

Leave A Reply