Berbagi Berita Merangkai Cerita

DLHK Lotim Tutup Tambang Ilegal

49

Satpol PP menutup tambang ilegal

SELONG, DS – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Lombok Timur bersama Satpol PP menutup sejumlah tambang ilegal di dua kecamatan, yakni Kecamatan Pringgasela dan Lenek.

“Tambang yang kita tutup ini adalah tambang pasir yang tidak mempunyai izin atau ilegal yang tersebar di empat titik lokasi, di dua kecamatan. Peringgasela dan lenek,” terang M. Tohari Habibi Kepala Bidang Pengendalian DLHK Lotim, Kamis (03/06).

Dengan adanya aktivitas penambangan di lokasi tersebut mengakibatkan pencemaran air serta rawan terjadi longsor. Penambangan tersebut juga menyebabkan terputusnya saluran irigasi pertanian.

Padahal di tahun 2020, Pemerintah Daerah telah memberikan peringatan untuk tidak melanjutkan aktivitas penambangan.

“Sebelumnya kita Sudah berikan peringatan untuk tidak melanjutkan aktivitas penambangan pasir ini, dan sekarang kita lakukan pemasangan plank penutupan,” katanya.

Sementara itu, salah seorang penanggungjawab tambang, Amaq Eliwati mengakui penambangan di lokasinya belum mempunyai izin. Namun ia mengaku pernah mengurus izin, meskipun hanya sampai tingkat kecamatan.

“Ini sudah berjalan selama dua tahun. Pernah buat izin, tapi tidak dilanjutkan. Dikarenakan camat setempat tidak memberikan rekomendasi,” ucapnya

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Pringgasela Timur, M. Sabri mengatakan dirinya tidak pernah memberikan izin untuk aktivitas pertambangan di Lokasi tersebut. Sebab ia menilai aktifitas penambangan sangat berbahaya, karena berada di bibir jalan.

“Saya tidak pernah memberikan rekomendasi, karena lokasi tambangnya di bibir jalan,” katanya.

Ia pun berharap semua aktifitas penambangan di desanya dihentikan. Karena berdampak pada kerusakan lingkungan. Dd

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.