Berbagi Berita Merangkai Cerita

DKPP Dengar Keluh Kesah Petani pada Musrenbang Pertanian

0 17

KLU, DS-Pasar komoditas pertanian warga masyarakat di Kabupaten Lombok Utara (KLU) memerlukan sistem perencanaan yang matang dari semua aspek. Terutama petani hortikultura yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Lombok Utara.

Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan (Musrenbang) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Rabu (27/2), mengakomodir keluh kesah para petani serta berbagai persoalan yang dihadapi para petani di Lombok Utara.

“Sebanyak 80 persen masyarakat di Lombok Utara ini berprofesi sebagai petani. Jadi melalui Musrembang ini para petani bisa meluapkan keluh kesah persoalan yang dihadapi,” ungkap bupati, Dr H Najmul Akhyar, usai membuka Musrembang pertama DKPP Lombok Utara.

Menurutnya, sektor pertanian bisa menjadi daya ungkit dalam rangka mengentaskan kemiskinan. Sehingga, mata rantai sektor pertanian ini mesti saling berkolaborasi dengan sektor lainnya.

“Sektor pertanian kalau kita kolaborasikan dengan pariwisata maka akan sejalan. Namun, kita harus mengetahui dimana letak putusnya mata rantai sehingga belum bisa berjalan. Nanti dalam Musrembang akan dibuka untuk selanjutnya disampaikan pada Musrembang Kabupaten,” papar bupati.

Tidak hanya di sektor pertanian saja, lanjut bupati, di sektor peternakan perikanan juga bisa saling berkolaborasi. Karena, potensi yang dimiliki oleh petani sangat besar terutama petani hortikultura.

Dalam Musrembang mengemuka juga persoalan pupuk yang kerap dikeluhkan para petani. Bupati mengakui,  menyangkut pupuk, Pemda sudah bertindak dengan menyediakan dana talangan.

“Kemarin kita sudah sediakan dana talangan jika pupuk itu terbatas. Karena subsidi pupuk sedikit maka kita bisa gunakan dana itu untuk mengatasi,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala DKPP Lombok Utara, Ir. Nanang Matalata, menjelaskan bahwa lahan pertanian di Lombok Utara tercatat kurang lebih 80 ribu hektar. Dari jumlah tersebut terdapat lahan sawah teknis, non teknis, hingga tadah hujan. Pun demikian dengan potensi perkebunan yang sangat melimpah. Tapi ia melihat masih ada mata rantai yang seolah terputus.

“Selama ini belum ada pasarnya. Kita ingin supaya semua bisa terintegrasi jadi satu. Misalnya dari dukungan kita (DKPP) lalu Disbudpar, PU untuk aksesnya kita design seperti apa,” jelasnya. Terlebih berbicara pasca gempa, pihaknya menilai masyarakat khususnya petani banyak terdampak — mulai dari lahan hingga alat tani mereka. Dengan begitu, dari sini pihaknya ingin menampung aspirasi kesulitan untuk dicarikan solusinya terutama menyangkut irigasi pertanian yang memang sangat krusial.

“Potensi hasil bumi di Lombok Utara ini tidak kekurangan, semua komoditas ada dan bisa dikembangkan. Meski topografi lahan pertanian yang berbeda dari darah lain,” jelasnya. “Lahan pertanian di wilayah-wilayah kecamatan berbeda-beda. Ada yang berada di perbukitan yang kadang susah mendapat akses. Dari Musrenbang ini diharapkan ada solusi,”sambungnya.

Kata Nanang, hasil Musrenbang  akan diteruskan pada musrenbang tingkat kabupaten sebelum dituangkan dalam rancangan awal RKPD Lombok Utara.

“Hasil Musrembang ini nanti inilah yang kita usulkan di Musrembang kabupaten supaya terakomodir,”tandasnya.man

Leave A Reply