Berbagi Berita Merangkai Cerita

Divaksin Pertama di NTB, Gubernur Bareng Kapolda dan Danrem Yakinkan Vaksin Sinovac Tak Miliki Efek Samping

48

FOTO. Gubernur NTB, Wagub, bersama Ketua DPRD NTB, Forkopimda, dan toga serta tokoh masyarakat menyatakan vaksin Sinovac aman usai vaksinasi bersama, kemarin. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Gubernur Zulkieflimansyah, menjadi orang pertama di Provinsi NTB yang mendapatkan suntikan vaksin Covid-19, yang berlangsung di Gedung Graha Bhakti Praja, Komplek Kantor Gubernur setempat, Kamis (14/1).

Selain Gubernur, pada pemberian perdana vaksin Covid-19 tersebut hadir pula Wakil Gubernur Sitti Rohmi Djalilah, Kapolda Irjen Pol Muhammad Iqbal, Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, Ketua DPRD NTB Hj. Baiq Isvie Rupaedah, Kajati, Ketua organisasi profesi dokter dan perawat.

Tak ketinggalan para tokoh agama dan tokoh masyarakat NTB juga tampak hadir. Salah satunya, yakni mantan Gubernur NTB TGH. Muhammad Zainul Majdi alis Tuan Guru Bajang (TGB).

Gubernur Zulkieflimansyah menjadi yang pertama divaksin di antara rombongan Forkopimda Provinsi NTB yang hadir. Proses yang begitu cepat dan hanya beberapa detik saja, membuat Bang Zul seperti tak merasakan apa-apa. Ekspresinya datar, bahkan selalu melempar senyum kepada petugas vaksinasi.

Seusai penyuntikan vaksin, Gubernur mengatakan tidak merasakan apa-apa. “Alhamdulillah, perasaan saya sama kayak yang lain mulai Pak Kapolda, Pak Danrem juga Ibu Wagub. Yakni, kita santai dan biasa saja. Apalagi, lebih-lebih Pak Presiden kemarin sudah memulai disuntik vaksin. Jadi, biasa saja,” kata Gubernur pada wartawan, Kamis (14/1).

Disinggung terkait persiapan, Bang Zul mengatakan tidak ada persiapan khusus. Sebab, kegiatan vaksinasi kali ini adalah upaya keteladanan para pimpinan daerah yang tergabung di Forkopimda NTB guna menyakinkan masyarakat dari derasnya serangan berita yang menyesatkan terkait efek samping dari vaksin Sinovac tersebut.

“Adanya bombardir pemberitaan yang wara-wiri menyebar itu membuat ketakutan pada masyarakat. Tapi, dengan kita memulai pada hari ini kita harapkan masyarakat lebih tenang dan enggak resah lagi. Sebab, kehalalan vaksin ini sudah dari MUI,” ujar Gubernur.

Ia menegaskan, pemberian vaksin Covid-19 serentak secara nasional di 34 Provinsi di Indonesia, termasuk Provinsi NTB sebagai langkah awal untuk memutus mata rantai covid-19.

Harapannya, lanjut Gubernur, kehidupan masyarakat di wilayah NTB akan bisa berjalan normal dan aman kedepannya.

“Sudah jangan percaya adanya suara yang meragukan. Saya contohnya kan aman. Jadi, kegiatan suntik vaksin ini adalah langkah awal untuk menghandel kasus Covid-19 di NTB.

Senada dengan Gubernur. Wagub Sitti Rohmi Djalilah menyatakan, sejak awal saat datang pingin secepatnya disuntik vaksin Sinovac. “Saya senang. Setelah vaksin pun saya enggak ada rasa sakit dan enggak ada gejala apapun,” kata Wagub.

Menurut Wagub, dirinya sudah biasa divaksin sejak kecil. “Ngapain kita takut berlebihan. Saya ini biasa aja kok,” ucapnya.

Terpisah, Kapolda Irjen Pol Muhammad Iqbal, mengaku setelah di suntik vaksin Covid-19, ia seperti baru berumur 25 tahun. “Tadi, disuntik enggak ada rasanya sama sekali. Alhamdulillah, saya sehat dan segar,” tegas Kapolda.

Untuk itu. Iqbal mengajak masyarakat NTB agar tidak takut untuk divaksinasi. Sebab, hal itu adalah upaya menuntaskan persoalan Covid-19 dengan pendekatan vaksin.

 “Vaksin kan soal psikologis untuk kekebalan tubuh. Tapi, syukurlah vaksin sebagai upaya menyembuhkan corona sudah ada. Namun kita jangan lupakan protokol kesehatan (Prokes),” jelas Kapolda.

“Kita waktu kecil pernah dapat imunisasi, mau berangkat umrah atau haji, juga divaksin meningitis. Sebenarnya ini sesuatu yang biasa saja, masyarakat tidak perlu takut. Insyaalah dengan vaksinasi ini akan membantu kekebalan kita,” ujarnya.

Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani menambahkan, pelaksanaan vaksinisasi kali ini adalah merupakan hari kebanggaan yang sangat dinantikannya.

Untuk itu, sebelum pelaksanaanya, Danrem pun mengaku istirahat yang cukup.

“Tadi saya juga disuntik enggak terasa. Saya pun kian lebih percaya diri karena imunitas kita lebih meningkat. Jadi vaksin ini aman dan masyarakat jangan percaya informasi yang enggak jelas sumbernya,” tandas Danrem. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.