A place where you need to follow for what happening in world cup

Disnakertrans NTB Bangun Perjodohan Naker dan Industri

41

FOTO. Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB, I Gede Putu Aryadi (kiri) saat menyambut Direktur Pemagangan Kemenaker RI, Muhamad Ali (tengah) usai pembukaan pelatihan pola magang tahap II di hotel Aston In, Kota Mataram. (FOTO. HUMAS DISNAKERDISNAkertrans)

MATARAM, DS – Sebanyak 490 peserta pelatihan pola pemagangan dalam negeri yang dicanangkan pemerintah Provinsi NTB tahun ini, diharapkan langsung bisa terserap dalam mengisi peluang kerja di dunia industri.

Peserta pelatihan tersebut terdiri dari sebanyak 40 paket atau 400 orang peserta pelatihan pemagangan yang bersumber dari dana dekonsentrasi tahun 2021 yang tersebar diseluruh Kabupaten/Kota se-NTB dan 9 paket atau 90 orang peserta pelatihan pola magang khusus untuk tenaga kerja sektor pariwisata di destinasi super prioritas Nasional KEK Mandalika.

“Pelatihan pola magang bisa dianalogikan sebagai perjodohan antara calon tenaga kerja dengan industri. Para naker ini diberi pelatihan selama 1 bulan di lembaga pelatihan kerja, kemudian selama 4 bulan praktek langsung atau magang di unit usaha industri. Sehingga mereka memikili skill yang komplit sesuai spesifikasi kompetensi yang dibutuhkan dunia usaha,” ujar Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB, I Gede Putu Aryadi pada acara pembukaan pelatihan pola magang tahap II di hotel Aston In, Senin Malam (28/6).

Aryadi mengatakan, pelatihan pola magang tahap kedua ini, diikuti oleh sebanyak 190 orang peserta. Di mana, Direktur Pemagangan Kemenaker RI, Muhamad Ali, SS, MA, Phd serta para pimpinan LPK, funia industri dan asosiasi Perhotelan Mandalika menghadapi kegiatan itu.

Mantan Kadis Kominfotik NTB itu, menjelaskan pola pemagangan seperti itu akan sangat bermanfaat. Ketika mereka selesai magang bisa langsung ditampung bekerja ditempat magangnya. Atau jika tidak mereka bisa menjadi wirausaha mandiri sesuai dengan keterampilan yang didapatkan di lokasi pelatihan tersebut.

“Begitu dia tamat dari pelatihan langsung diserap sebagai pegawai disana,” ungkap Aryadi.

Di tahap pertama terdapat 300 peserta yang telah mengikuti pemagangan tersebut. Dan di tahap dua sebanyak 190 orang sehingga sampai saat ini terdapat 490 peserta termasuk untuk kawasan pariwisata KEK Mandalika. Semua peserta itu direkrut oleh industri masing masing.

“Misalnya untuk 90 orang tadi difasilitasi perekrutannya oleh Asosiasi Hotel Mandalika. Jadi mereka langsung yang merekrut. Tinggal pemerintah menyiapkan biaya pelatihan mereka,” jelasnya.

“Pola ini tentu sangat membantu pemerintah,” sambung Aryadi.

Dari program Kementerian Tenaga Kerja sebanyak 8 ribu peserta, di tahun ini NTB mendapatkan jatah 500 peserta.

“Ini (tujuannya) bagaimana merangsang tumbuhnya kegiatan industri. Tidak hanya terserap tapi dilatih. Sehingga skil mereka sesuai dengan kebutuhan industri. Yang belum terserap akan direkomendasikan ke perusahaan perusahaan lain,” tutur Aryadi.

Di acara tersebut langsung dihadiri oleh Direktur pemagangan pada direktorat jendral Bina Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kementrian Tenaga Kerja, Muhammad Ali.

Ali memuji kolaborasi dan sinergi yang terjalin baik antara disnaker NTB dengan Forum Komunikasi Jejaring Pemagangan, LPK dan Dunia industri dalam mensukseskan program pembangunan naker yang kompeten di NTB.

Ali juga mengharapkan selain program pelatihan pola magang yang didanai dari APBN dan APBD, dunia industri dimintanya aktif menyelenggarakan program pelatihan mandiri. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.

Lewat ke baris perkakas