Berbagi Berita Merangkai Cerita

Dipukul Gunakan Sebilah Bambu, 4 Siswa SMP Laporkan Gurunya ke Polisil

0 6

Lobar – DS, Empat orang siswa SMP 4 Kuripan, Lombok Barat melaporkan aksi pemukulan yang diduga dilakukan oleh salah seorang gurunya ke Polsek Kuripan Jumat (7/4). Empat orang siswa yang saat ini duduk di kelas VII A ini merasa keberatan atas tindakan gurunya yang diketahui bernama H. Abdul Kadir karena dipukul menggunakan sebilah bambu kecil.

Atas laporan tersebut Polsek Kuripan memediasi keempat siswa tersebut dengan mempertemukannya dengan Wakil Kepala SMPN 4 Kuripan Sarwiti, termasuk oknum guru yang didiga sebagai pelaku pemukulan.

Dalam kesaksiannya, keempat siswa di hadapan pihak kepolisian maupun perwakilan sekolah membenarkan, aksi pemukulan tersebut dilakukan Selasa (14/3) lalu sekitar pukul 10.15 wita. Keempatnya dipukul menggunakan sebilah bambu kecil dengan panjang sekitar 30 cm.

Mendengar kesaksian mereka, Abdul Kadir tidak membantah. Abdul Kadir mengaku wajar melakukan pemukulan tersebut sebagai efek jera bagi siswanya yang diketahui nakal. Menurutnya, keempat siswa tersebut pada saat jam istirahat bermain-main di luar batas.

“Keempatnya saya pergoki tengah berlari di atas meja belajar atau bangku hingga menyebabkan empat unit bangku tersebut patah. Berikutnya pada Selasa (15/3) keempat siswa saya itu mengeluarkan keempat bangku tersebut ke luar ruang belajar. Karena itu saya selaku gurunya melakukan tindakan tegas dengan memukul keempatnya menggunakan sebilah bambu kecil dengan panjang 30 cm dengan pelan hanya sebagai pembelajaran saja,” bela guru PKN ini.

Abdul Kadir juga membeberkan, jika keempat siswanya itu memiliki tipikal siswa yang nakal. Mereka diketahui sering terlambat, tidak mengikuti jam mata pelajaran dan terkadang tidak ikut upacara sekolah. “Bahkan pada tahun 2015 pada saat jam mata pelajaran ditemukan keempat siswa tersebut keluar kelas dan membuat lingkaran sambil merokok,” jelas Kadir.

Keterangan yang berhasil dihimpun DS menyebutkan, keempat siswa dimaksud diantaranya, I Dewa Made Brata asal Embung Tengak, Dsn.Lamper, Desa Jagaraga, Dimas Anggara dari Dusun Tegal Desa Jagaraga, Andrean Arya Firmansyah dari Dusun Tegal, Jagaraga, Ahmad Solihin dari Dusun Adeng Daye, Desa Jagaraga Indah, dan Solihin.

Sarwiti Wakasek SMPN 4 Kuripan menjelaskan, persoalan tersebut bisa diselesaikan secara damai dan kekeluargaan. “Sudah selesai tak ada masalah. Semuanya tuntas dan saling memaafkan. Hal ini menjadi pelajaran berharga kita semua agar sama-sama bertanggungjawab mendidik siswa dengan baik,” kata Sarwiti. hernawardi

Leave A Reply