Berbagi Berita Merangkai Cerita

Dinas Catatkan Keluhan Pengurus Koperasi Terkait Terhambatnya Angsuran Anggota karena Dampak Pandemi

17

SELONG, DS – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Lombok Timur tidak berani menyebut koperasi sebagai salah satu bagian yang terdampak pandemi Covid-19. Pasalnya koperasi belum melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT) sebagai mekanisme pertangungjawaban pengurus selama satu tahun berjalan.

Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Bidang Pembinaan dan Pengawasan Koperasi dan UMKM, Diskop dan UMKM Lombok Timur, M. Irwan. “Pandemi ini kan belum satu tahun. Tentu kita belum mengatakan terdampak pada koperasi. Karena koperasi akan melaksanakan RAT untuk tahun buku 2020, itu di awal tahun 2021,” terang Irwan.

Namun ia tak menampik banyaknya keluhan yang masuk dari pengurus koperasi terkait anggota yang tidak melakukan penyetoran angsuran selama masa pandemi ini. Aturan pembatasan sosial yang diberlakukan berdampak pada pelaku usaha mikro, yang tentunya berimbas pula pada penerimaan pemasukan koperasi oleh anggota.

“Karena dengan adanya aturan stay at home, UMKM tidak bisa berproduksi. Kalaupun berproduksi, omset penjualan menurun derastis,” jelasnya.

Bahkan, meskipun koperasi tidak menerapkan kebijakan penangguhan angsuran, anggota tetap tidak melakukan kewajiban membayar angsuran. Untuk memberlakukan kebijakan penghilangan angsuran tentu keputusan yang tidak mudah bagi koperasi. Mengingat kesejahteraan anggota tergantung pada laba yang dihasilkan oleh koperasi tersebut.

“Tidak secara khusus dilakukan penangguhan. Tetapi yang terjadi, anggota tidak bisa melakukan pembayaran. Tidak ada kebijakan dari internal koperasi yang menangguhkan pembayaran dari anggota,” ucapnya.

Perubahan kebijakan pun harus melalui mekanisme RAT. Di sanalah para anggota dapat menyampaikan semua usulan kepada pengurus.

“Mereka boleh mengusulkan penundaan angsuran, atau bahkan pada titik yang ekstrim, melakukan pembubaran pada koperasi dan melakukan pembagian aset,” pungkasnya.

Adapun jumlah koperasi yang aktif di Lombok Timur hingga saat ini, sebanyak 215 koperasi. Padahal di Diskop dan UKM, terdapat 520 koperasi yang terdata. 305 diantaranya tercatat tidak aktif.

“Indikatornya dikatakan tidak aktif, koperasi tersebut belum melaksanakan RAT tiga tahun berturut-turut,” jelas Irwan. Dd

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.