A place where you need to follow for what happening in world cup

Dikritik Soal Posyandu Keluarga, Wagub Rohmi : “Urus Kesehatan dan Sosial Tidak Mudah”

86

FOTO. Wagub NTB Sitti Rohmi Djalilah saat meninjau progres pembangunan RS Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah. (FOTO. DISKOMINFOTIK NTB/DS).

MATARAM, DS – Wakil Gubernur Sitti Rohmi Djalilah mengaku tak mempersoalkan kritik para anggota DPRD NTB terhadap pencapaian program Revitalisasi Posyandu pada tiga tahun kepemimpinan Zul-Rohmi.

Menurut Wagub, mengurus kesehatan dan sosial yang dihadapi warga NTB sangat tidak mudah. Untuk itu, progam revitalisasi Posyandu merupakan langkah awal untuk memberi edukasi kepada masyarakat.

“Jadi, program Revitalisasi Posyandu itu, dari hulu kita lakukan. Ini agar kesehatan dan masalah sosial dapat diminimalisir dengan sebaik mungkin,’’ ujar Rohmi menanggapi kritik para anggota DPRD NTB di tiga tahun kepemimpinan Zul-Rohmi, Jumat (24/9).

Wagub mengemukakan bahwa stunting, kematian ibu dan bayi hingga masalah sosial lainnya seperti buruh migran ilegal, perkawinan anak, bahaya narkoba, kekerasan pada anak, kekerasan seksual pada perempuan dan berbagai masalah kesenjangan sosial lainnya harus dapat dicegah melalui edukasi dan sosialisasi melalui Posyandu Keluarga.

‘’Kenapa harus Posyandu? Karena layanan Posyandu berada di setiap dusun di NTB. Kalau Posyandu direvitalisasi dengan maksimal, berapa banyak masalah terurai dengan baik,’’ tegas Rohmi.

Wagub mengaku, dengan banyaknya masukan dari para anggota DPRD NTB terhadap program Posyandu Keluarga, menjadi titik balik kepedulian semua pihak. Termasuk, para anggota DPRD terhadap salah satu program unggulan Pemprov NTB tersebut.

“Prinsipnya, setiap masukan apapun kita hargai. Wajarlah, masukan dari para anggota DPRD NTB, adalah tanda adanya kecintaan mereka pada daerah tercinta,” kata Rohmi.

Wagub juga berterima kasih atas apresiasi yang tinggi pada pimpinan beserta seluruh anggota dewan yang terhormat, atas segala perhatian dukungan serta kerjsama yang baik selama ini.

“Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan keberkahan kepada kita semuanya,” tandas Sitti Rohmi Djalilah.

Terpisah, Kepala DPMPD Dukcapil NTB, Dr. H. Ashari mengatakan, dari 7.561 jumlah Posyandu se-NTB yang sudah menjadi Posyandu Keluarga sampai saat ini sudah mencapai sebanyak 6.700 Posyandu Keluarga. Artinya program revitalisasi Posyandu yang digencarkan Pemprov NTB sejak tiga tahun lalu sudah mencapai 80 persen menjadi Posyandu Keluarga.

‘’Dan Insya Allah dalam tahun 2021 ini, target Posyandu Keluarga bisa mencapai 100 persen,’’ ujar Ashari. RUL

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.

Lewat ke baris perkakas