Berbagi Berita Merangkai Cerita

Dikes Lotim Tak Intervensi Pengadaan APD di Sekolah

14

Hasbi Santoso

SELONG, DS – Sekolah-sekolah di Lombok Timur harus menerapkan protokol kesehatan dalam proses belajar tatap muka yang akan dilaksanakan bertepatan dengan mulainya kalender baru pendidikan pada 13 Juli mendatang. Sehingga, sekolah pun harus menyiapkan Alat Pelindung Diri (APD) bagi siswa. Seperti masker, hand sanitizer, tempat cuci tangan, maupun termogun.

Untuk pengadaan berbagai jenis kelengkapan tersebut, sekolah diperbolehkan menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Sedangkan dalam pembelian kebutuhan tersebut, sekolah dibebaskan untuk menjalankan mekanisme pembeliannya.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadikes) Lombok Timur, Dr. Hasbi Santoso, Rabu (01/07/2020), menyatakan pihaknya tidak mengintervensi sekolah dalam pengadaannya. Dikes Lotim hanya memberikan pengenalan tekhnis bagi sekolah-sekolah di Lombok Timur.

“Kita diminta datang oleh pak sekda untuk memberikan rekomendasi alat yang digunakan apa, persiapannya bagaimana. Tetapi kalau masalah mekanisme, kita tidak ada ikut campur,” tegas Hasbi.

Jawaban tersebut dilontarkan Hasbi, saat ditanya wartawan terkait isu yang beredar, yang menyebut Dikes Lotim melakukan intervensi ke sekolah dalam pengadaan hand sanitizer, masker, dan thermo gun.

Isu ini santer berkembang lantaran kegiatan Dikes Lotim yang mensosialisasikan jenis thermo gun standar, dan masker standar, dalam penerapan protokol kesehatan di sekolah. Perlindungan bagi siswa, tentunya harus menggunakan standar alat-alat yang sudah terstandarisasi.

“Masker kain yang standar itu harus dobel. Kemudian ada lubang untuk memasukkan tisu,” jelasnya.

Sedangkan untuk thermo gun yang standar, Hasbi menyebut thermo gun yang selama ini digunakan Dikes Lotim telah terstandar dan rekomendasi Departemen Kesehatan. Jenis tersebut disarankan karena telah diproduksi jauh sebelum adanya Covid-19.

“Kalau saya, mengapa menggunakan termogun tertentu, karena thermo gun yang kita beli sudah ada sejak sebelum Corona. Kedua, batrainya batrai biasa. Dan ketiga, ada rekomendasi Depkes,” terangnya.

Banyaknya jenis thermo gun, dengan rentang harga mulai dari Rp. 250 ribu – Rp. 3,2 juta, thermo gun rekomendasi Depkes tersebut tergolong murah. Dengan harga pasaran Rp. 650 ribu.”Termogan itu ada harga 250 sampai RP. 3.200.000. Rp. 650 ribu harganya kalau yang kami pakai,” ujarnya.

Sementara terkait hand sanitizer, ia justru mengatakan itu bukanlah yang utama. Lebih ditekankan olehnya, penggunaan cuci tangan yang yang ditempatkan di masing-masing ruang kelas.

“Hand sanitizer itu pilihan kedua. Nomer satu itu harus ada di setiap kelas, tempat cuci tangan,” tandasnya. Dd

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.