Berbagi Berita Merangkai Cerita

Dikbud NTB Evaluasi Pembelajaran Tatap Muka

36

FOTO. Para guru di SMPN 6 Mataram tengah mengecek suhu tubuh siswa sebelum masuk ke areal sekolah.(FOTO. RUL/DS)

MATARAM, DS – Meningkatknya angka kasus Covid-19 di NTB, khususnya di wilayah Pulau Sumbawa menjadi perhatian semua pihak. Merujuk data Satgas Covid-19 Provinsi NTB, terdapat empat kabupaten/kota masuk zona merah di Pulau Sumbawa.

“Hanya Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang zona oranye. Hari Senin pekan depan, kabupaten dan kota lain kami arahkan pembelajaran tatap muka ditutup,” ujar Kadis Dikbud NTB, Dr. H Aidy Furqan, M.Pd pada wartawan, Minggu (24/1).

Menurut dia, dari rapat evaluasi belajar tatap muka jenjang se-Pulau Lombok bersama jajaran Dinas Dikbud NTB dan para kepala sekolah yang dilakukan pihaknya, justru pembelajaran tatap muka di zona merah bisa tetap dilaksanakan bagi kelas XII.

Nantinya, para siswa itu hanya sebatas melaksanakan praktikum, atau sekolah yang berada di luar kota atau pengelolaannya relatif lebih mudah, karena jumlah siswa sedikit bisa menggunakan sistem sif atau blok.

Aidy mengungkapkan, rapat evaluasi ini sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang dikeluarkan pihaknya untuk layanan pembelajaran tatap muka terbatas di SMA, SMK, dan evaluasi berkala sekurang-kurangnya dilaksanakan dua minggu atau satu bulan sekali. Hal itu untuk menyikapi berbagai persoalan yang muncul.

“Terlebih, beberapa sekolah terkonfirmasi positif, baik siswa maupun guru, saya ingin memastikan di semua sekolah, bagaimana pelaksanaan layanan belajar tatap muka,” tegasnya.

Dari evaluasi itu, ditemukan  beberapa sekolah mengatur jadwal layanan tatap muka secara sif, atau blok, atau jadwal reguler. Kemudian masalah yang muncul, terkait permasalahan adanya  kantin, karena siswa butuh suplai energi. “Kondisi di sekolah itu ada beberapa sekolah yang punya layanan antar, walau jumlah tidak terlalu banyak, lebih banyak yang membawa makanan dari rumah,” jelas Aidy.

Di samping itu, pihaknya juga menggunakan pola buka-tutup pembelajaran jika ditemukan adanya siswa atau guru terkonfirmasi positif. Dilakukan proses penelusuran riwayat kontak, dan penghentian sementara layanan belajar tatap muka.

“Prinsipnya arahan Satgas Penanganan Covid-19 akan kita jadikan rujukan untuk memberlakukan pembukaan dan penghentian pembelajaran tatap muka di NTB,” tandas Aidy Furqan. RUL

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.