Berbagi Berita Merangkai Cerita

Dikbud Lotim Selesaikan PR Kenaikan Pangkat dan Selesaikan SOP untuk Eleminir Pungutan

98

SELONG, DS – Surat Keputusan (SK) kenaikan pangkat bagi guru-guru di Lombok Timur hingga saat ini belum sepenuhnya, karena kendala pada Penilaian Angka Kredit (PAK). Adapun sebanyak 500 berkas pengajuan kenaikan pangkat yang masuk ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur untuk penyelesaian pada periode Oktober 2020.

“Kemarin memang PR terbesar yang kami selesaikan untuk kenaikan pangkat adalah PAK. Informasi ada 500 PAK yang masuk tapi belum selesai. Kemarin kami sudah selesaikan seluruhnya,” ungkap Kepala Dinas Dikbud Lombok Timur, Ahmad Dewanto Hadi, saat dijumpai media Selasa (13/10/2020).

Dikatakannya lebih lanjut, seluruh persyaratan pengajuan kenaikan pangkat tersebut telah terselesaikan. Oleh karenanya akan kembali dimasukkan pada periode April 2021 mendatang.

Bagi guru yang telah memenuhi syarat kenaikan pangkat juga dipersilahkan untuk mengajukan berkasnya paling lambat di bulan Januari 2021. “Bagi guru yang sudah memenuhi syarat, sebelum periode April tahun depan pasti kami terima. Karena BKPSDM itu membatasi pemberkasan untuk masuk di sistem mereka itu tiga bulan sebelumnya, masih bisa,” kata dia.

Dewanto yang baru menjabat selama tiga bulan sebagai Kadis Dikbud ini, telah menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk mengeliminir potensi pungutan dalam kenaikan pangkat. SOP ini pun telah ada di meja Bupati menunggu untuk ditandatangani.

“Kemarin sudah selesai verifikasi organisasi. Kemudian prosesnya sudah di pak Bupati untuk ditandatangani,” tuturnya.

Diharapkannya, SOP ini menjadi salah satu instrumen pengaman agar guru-guru yang mengajukan kenaikan pangkat tidak tergiur dengan tawaran manis oknum yang tidak bertanggung jawab, yang meminta sejumlah uang untuk memudahkan kenaikan pangkat.

“Prosedurnya normatif, kalau memang satu minggu dua minggu, mohon bersabar. Kami akan perbaiki dari hari ke hari,” tegasnya.

Ia pun menyampaikan rasa prihatinnya terhadap guru-guru yang telah mengeluarkan sejumlah uang untuk kenaikan pangkat. Namun, hingga saat ini SK yang dijanjikan belum juga keluar.

“Kalau ada penawaran mau bantu ini itu, yang namanya guru kita itu polos, iya saja. Ada yang benar sampai dan lolos. Ada yang sudah nyetor tapi tidak selesai,” pungkasnya. Dd

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.