Berbagi Berita Merangkai Cerita

Dikbud Lotim Akui Belajar Daring Tak Efektif Dimasa Pandemi

32

SELONG, DS – Proses belajar mengajar secara daring yang diterapkan di masa pandemik Corona ini, dirasa tidak efektif diterapkan dalam proses belajar mengajar di Lombok Timur. Hal ini karena banyaknya kendala yang dihadapi guru maupun siswa dalam proses tersebut.

Ditemui di ruangannya, Rabu (03/06/2020), Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ( Sekdis Dikbud) Lombok Timur, Huzaefah, mengatakan proses belajar mengajar secara daring tidak efektif ditengah keterbatasan tekhnologi yang dimiliki siswa maupun pengajar.

“Belum efektifnya daring yang kita lakukan dalam proses belajar mengajar, memang benar,” sebut Huzaefah.

Banyaknya siswa ataupun orangtua siswa yang tidak memiliki gawai sebagai penunjang dalam pembelajaran sistem daring, menjadi kendala yang paling terasa dalam prosesnya. Belum lagi permasalahan sinyal internet yang masih tidak stabil di Kabupaten Lombok Timur.

Selain itu, meskipun memiliki gawai, proses belajar mengajar tanpa tatap muka langsung memiliki keterbatasan dalam interaksi siswa dan guru. Terutama dalam sesi tanya jawab.

Mengatasi permasalahan kendala tekhnologi, guru lebih condong melakukan kunjungan langsung ke rumah siswa. Namun, ini juga memiliki keterbatasan dalam penerapannya. Misalkan dalam ketuntasan belajar minimal (KBM) berdasarkan standar kurikulum. Tentunya akan sulit terpenuhi, karena guru harus mengunjungi rumah siswanya satu persatu.

Bayangkan saja berapa jumlah siswa yang bisa dikunjungi oleh seorang guru dalam satu hari. Sementara, dalam satu hari guru tersebut harus menyelesaikan standar KBM untuk seluruh siswa.

“Katakan saja dalam satu ruang kelas ada 32 atau 25 siswa. Maka proses belajar mengajar tidak mungkin bisa diselesaikan dalam waktu satu hari. Secara tuntutan materi sesuai standar kurikulum, jelas tidak terpenuhi,” ucapnya.

Meskipun telah ada usulan untuk pengunduran tahun ajaran (TA) dari organisasi profesi kependidikan, namun usulan tersebut tidak dapat serta merta diterima. Tentunya harus melalui kajian mendalam oleh pihak-pihak yang memiliki tupoksi pada bidang itu.

“Memang ada usulan dari organisasi profesi untuk mengundur tahun ajaran ke Januari tahun 2021. Tapi apakah itu efektif? Tidakkah terlalu panjang antrian, dan lain-lainnya?Itu juga perlu kajian juga,” ujarnya. Dd

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.