Berbagi Berita Merangkai Cerita

Dihina, Gubernur NTB Beri Maaf Mahasiswa Keturunan Tionghoa

0 11

MATARAM, DS – Sikap kenegarawan seorang pemimpin dengan penuh kesabaran ditunjukkan Gubernur NTB Dr. TGH. Muhamad Zainul Majdi. Sebab, kendati kepala daerah dari kalangan ulama itu dihina dengan perkataan kasar oleh Steven Hadisurya Sulistyo, saat mengantri bersama istrinya Hj. Erica Zainul Majdi di Bandara Changi Singapura pada Minggu (9/4) lalu, ia tetap memaafkan mahasiswa keturunan Tionghoa asal Jakarta tersebut.

Di hadapan ribuan jamaah usai menunaikan ibadah salat Jumat (14/4) di Masjid Hubul Wathan, Komplek Islamic Center NTB, pria yang dikenal dengan Tuan Guru Bajang (TGB) mengajak warga NTB untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi.

“Saya tidak bisa melarang orang marah, tapi kemarahan yang ada tidak boleh mendorong pada satu bentuk kemaksiatan. Tetap jaga keamanan, kenyamanan, dan ketenangan NTB,” kata Gubernur dalam ceramahnya, kemarin.

Menurutnya, menghadapi keadaan apapun di dunia, Islamtelah memiliki panduan terbaik melalui Al Quran dan tuntunan Nabi Muhammad SAW. Tuntunan pertama dari Al Quran jika mendapat perbuatan yang tidak menyenangkan ialah untuk bersabar. “Rasa sabar, akan semakin mendekatkan ketaqwaan diri kepada Allah SWT,” ungkap Gubernur.

Kepala daerah dua periode itu mengatakan, kehebatan seseorang bukan terletak pada siapa yang memang dalam bertarung fisik, melainkan mampu mengendalikan diri pada saat marah.

Oleh karena itu, Ketua Ormas Islam terbesar di NTB, yakni Nahdlatul Wathan (NW) itu mengimbau masyarakat NTB untuk mampu mengendalikan diri dan menggunakan akal sehat dalammenyikapi hal ini. “Jangan ada yang terprovokasi apapun,” tegas TGB.

Ia juga meminta warga NTB untuk bersama-sama menjaga persaudaraan dan keberagaman yang selama ini telah terjalin dengan baik. “Mari kita jaga keutuhan dan kebersamaan kita, jangan terprovokasi dalam bentuk apapun, lelah kita bangun NTB ini, mari kita rawat dengan sebenar-benarnya,” ucap TGB.

Gubernur menambahkan, tidak boleh ada seseorang atau sekelompok yang merasa lebih hebat dari kelompok lain dan lantas merendahkan kelompok lain karena faktor apapun. “Allah SWT maha adil, mudah-mudahan apa yang terjadi pada diri saya dan keluarga jadi pelajaran,” kata dia.

TGB mengingat umat Islam di NTB yang menjadi mayoritas untuk selalu mengayomi yang minoritas di NTB. “Insya Allah saya yakin umat Islam di NTB punya kesabaran dan kedewasaan,sehingga tetaplah semua yang terjadi sebagai pupuk untuk semakin menumbuhkan semangat dalam membangun daerah kita,” ujar Zainul Majdi.

Terpisah, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB, Yusron Hadi mengatakan, permintaan maaf Steven yang disampaikan melalui salah satu media nasional (Harian Republika) pada Kamis (13/4) kemarin, sudah cukup mewakili semuanya. “Sudahlah jangan diperpanjang, beliau sudah memaafkan,” ujar Yusron di Mataram, Jumat (14/3).

Menurutnya, Gubernur menyayangkan seorang anak muda yang memiliki sikap seperti itu. “Tidak baik hal ini terus digelindingkan. Cukup apa yang disampaikan di atas sudah mewakili sikap beliau. Sangat disayangkan ada pemuda yang punya sikap demikian,” ucap Yusron.

Gubernur, kata Karo Humas, mengajak semua pihak untuk lebih arif dan proporsional dalam menyikapi hal ini. “Semoga menjadi pembelajaran bagi kita semua, di tengah upaya pengokohan nilai-nilai dan semangat bhineka tunggal ika,” lanjut Yusron.

Sementara itu, dalam permintaan maafnya, Steven menyampaikan terimakasihnya kepada TGB yang telah memaafkan dan tidak menempuh jalur hukum.”Serta memberikan saya maaf atas kekhilafan saya menyebut kata-kata tidak pantas yaitu Dasar Indonesia, Dasar Indo, Dasar Pribumi, Tiko,” kata Steven. fahrul

Leave A Reply