BSK Samawa

Dienullah Rayes, BAYANG-BAYANG YANG HILANG.

H.DINULLAH RAYES

bayang-bayang selayang pandang
melintas-lintas dalam kehidupan kita
sukar ditebak nama dan makna kehadirannya.

malam hari ketika lampu nyala
bayang-bayang dedaunan terlukis
di kaca jendela
menari-nari diiringi musik pengiring
angin,hujan dan angin kencang
ditontoni dan luluh dalam cahaya bulan sepotong.

aku dan kau pun saksikan
melalui sepasang bola mata kemilau
sekawan bocah cilik berlari-lari memburu
bayang-bayang layang-layang di bumi lapang
di antara mereka ada yang tersungkur jatuh
ditertawai teman-teman buruan
yang mencium debu didera sakit
luka mata kaki hingga pedih mata hati

aku dan sang kekasih melenggang siang hari
menghirup udara segar bugar
bayang-bayang senantiasa setia mengikuti
namun tak pernah ceritakan cairan aib kami yang comberan
kepada siapa pun
yang diam dalam sentuhan dan renungan.

bayang-bayang itu bergerak lincah
hidup dalam diri dan gadai mimpi di ranjang semesta
selalu ada dalam tiada
tapi ia teramat fana dan sirna.

bayang-bayang itu
tiada mampu
membututi sang maha penciptanya.

Yang Maha Tinggi
yang maha esa
yang maha kuasa
Dia itu Tuhan tiada berbayang-bayang.

Di bawah langit nusantara
Sumbawa NTB
16 Maret 2024.

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.