Berbagi Berita Merangkai Cerita

Diduga Terlibat Pungli, Puluhan Preman Mataram Diamankan

88

FOTO. Inilah puluhan preman di Kota Mataram yang digelandang ke kantor Polres Mataram. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Sebanyak 86 preman ditangkap polisi di berbagai lokasi di Kota Mataram. Puluhan preman itu karena diduga terlibat aksi pungutan liar (pungli) hingga aksi premanisme lainnya.

“Sebanyak 86 orang yang diduga terlibat dalam aksi premanisme itu diamankan dari sejumlah lokasi keramaian, seperti di komplek pertokoan, terminal, objek wisata, dan pasar tradisional. Mereka melakukan aksi premanisme di lapangan dengan modus menarik pungutan uang keamanan dan kebersihan,” ujar Kapolresta Mataram, Kombes Heri Wahyudi, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (17/6).

Heri mengaku, penangkapan pelaku premanisme ini digencarkan karena perintah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Para preman akan diproses hukum dan ditahan jika memenuhi unsur pidana.

“Jadi nanti akan kami lihat kalau ada tindak pidana, akan kami proses secara hukum,” kata dia.

Aksi premanisme 86 orang tersebut antara lain dengan modus tukang parkir liar dan anggota ormas. Ada juga di antaranya yang bekerja sebagai penagih hutang atau debt collector.

“(Ormas) FBR (Forum Bertais Rembuk) ini diduga melakukan pungutan tanpa dasar aturan dari pemerintah. Mereka beraksi di kawasan terminal, pertokoan dan juga pasar Bertais,” tutur Kasat Reskrim Polresta Mataram, Kompol Kadek Adi Budi.

Dari penangkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti uang Rp 6,7 juta yang menguatkan dugaan Pasal 368 KUHP tentang tindak pidana pemerasan.

Terkait FBR, polisi juga mengamankan bukti pembayaran atau kwitansi pungutan uang kebersihan dan keamanan dengan sasaran para pemilik toko serta warung di terminal, dan buku catatan pungutan. Ada juga dua kartu ATM, satu lembar bukti transfer Rp 10 juta, beserta akta pendirian FBR turut diamankan.

“Semalam sudah kami periksa secara intensif, baru dari anggota kepengurusannya saja. Karena ini terstruktur, nantinya kami akan koordinasi lebih lanjut dengan Kesbangpol dan Bapedda,” tandas Kadek Adi. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.