Berbagi Berita Merangkai Cerita

Diduga Setubuhi Anak Kandung, Kader Senior PAN NTB Resmi Dipecat

36

FOTO. HM. Muazzim Akbar

MATARAM, DS – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Provinsi NTB memecat AA alias AL sebagai kader karena diduga telah melakukan perbuatan asusila mencabuli anak kandungnya yang masih duduk di bangku SMA.Perbuatan pria yang juga mantan anggota DPRD NTB lima periode itu dinilai sudah keterlaluan serta membuat malu partai berlambang matahari terbit.

Ketua DPW PAN NTB, HM. Muazzim Akbar, yang dikonfirmasi, Kamis (21/1), membenarkan pemecatan AA. Jajaran Polresta Mataram telah mengamankan yang bersangkutan dengan dugaan telah mencabuli anak kandungnya sendiri yang berstatus masih pelajar.

“Prinsipnya PAN tidak mentolilir perbuatan kader yang kayak gitu. Apalagi itu dilakukan pada anaknya sendiri,” tegas Muazzim melalui telepon selulernya.

Ia yang tengah berada di Jakarta guna mengurus SK kepengurusan DPW PAN NTB hasil Muswil beberapa hari lalu mengaku kaget atas ulah yang dilakukan salah satu kader senior PAN itu. Kata dia, meski telah lima periode menjadi anggota DPRD NTB dari PAN, kini AA bukan lagi kader PAN.

Pasca Kongres V PAN di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), AA yang kini telah berusia sekitar 65 tahun  masuk ke gerbong pesaing Ketua Umum terpilih Zulkiefli Hasan.”Karena AA alias AL adalah loyals Pak Amin Rais, maka oleh Ketua Umum DPP PAN Zulkiefli Hasan, ia tidak diakomodir dalam kepengurusan DPW PAN NTB. Apalagi, kabar yang berhembus si AA alias AL masuk dalam jajaran deklarator Partai Ummat di NTB,” jelas Muazzim.

Terpisah, Sekretaris DPW PAN NTB, H. Najamudin Moestafa, menyesalkan ulah yang dilakukan AA. “Atas nama pribadi dan partai, tindakan AA alias AL itu tidak bisa dibenarkan. Wajar, partai bertindak tegas dengan memecat dan memberhentikannya sebagai kader,” tegas Najamudin.

Njamuddin Moestafa

Menurut Anggota DPRD NTB itu, kasus yang menimpa AA  menjadi pembelajaran untuk siapapun, termasuk kader PAN bahwasanya semua manusia tidak ada yang sempurna di muka bumi ini.

“Masalah AA alias AL ini adalah ibroh (pembelajaran) untuk kita semua bahwa takdir tuhan tidak ada yang kita tahu akan apa datang dan kejadiannya. Disinilah pentingnya ilmu agama jika kita menjadi seorang politisi guna menjadi filter untuk kita tidak tergiur pada hal-hal yang merusak iman kita sebagai hamba Allah SWT,” tandas Najamudin seraya menambahkan, dengan viralnya berita kaitan dengan aksi pencabulan dan perbuatan asusila oleh AA  tentu DPP juga sudah mengetahuinya.

“Kalau di PAN sesuai pernyataan Ketua DPW PAN NTB jelas sanksinya adalah pemecatan. Dan tindakan itu sudah kami lakukan di DPW PAN NTB, tinggal SK resmi pemecatan saja dari DPP PAN,” ungkap Najamudin. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.