Berbagi Berita Merangkai Cerita

Diduga, Postingan Medsos Rusak Rumah Tangga, Jatun Laporkan Stafsus Gubernur ke Polda NTB

64

FOTO. Dharo Jatun (tengah) saat menunjukkan bukti laporan disampaikan ke Polda NTB terkait pencemaran nama baik dirinya dilakukan oleh staf khusus Gubernur NTB, Rusdianto juga relawan salah satu paslon di Pilkada Sumbawa, kemarin. (FOTO. RUL/DS)

MATARAM, DS – Tensi politik di Pilkada kabupaten Sumbawa makin memanas. Dharo Jatun melaporkan salah satu staf khusus Gubernur, yang juga relawan pasangan calon (Paslon) Mo-Novi, Rus, ke Polda NTB, Senin (20/10).

Dharo Jatun didampingi kuasa hukum, Febrian Anindita menemui dan menyampaikan laporannya ke Dit Reskrimsus dan diterima Bripka Agung Anom SH.

Dalam laporan Dharo Jatun merasa nama baik dicemarkan oleh Rus melalui Jejaring group WhatsaAspp, di mana pelaku menyebarkan berita di group WA dengan menyebut nama dirinya dan mengatakan bahwa kafe amman adalah milik istrinya.

“Padahal, istri saya tidak memiliki usaha yang di maksud,” kata dia pada wartawan usai melaporkan ke Polda NTB.

Menurut Jatun, akibat postingan itu, istrinya mengira ia telah menikah lagi. Setelah itu, istrinya telah meninggalkan rumah.

“Atas postingan di jejaring group WA, saya merasa nama baik dicemarkan. Yang berakibat kepada keutuhan rumah tangga saya,” ungkap Dharo Jatun.

Dengan laporan TBLP/ 53 / X / 2020 / Dit Reskrimsus. Jatun menyatakan, jika Rusdianto tercatat sebagai staf khusus Gubernur bidang pengkajian kebijakan pembangunan daerah sejak tahun 2020.

Oleh sebab itu, dia mengaku heran orang seperti itu bisa direkrut oleh Gubernur NTB sebagai staf khusus.

Ia meminta kepada Polda NTB serius menangani persoalan tersebut. Pasalnya, belakangan terakhir marak berita hoax disebarkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.Sehingga, membuat suasana tidak kondusif dan nyaman. ” Persoalan kita minta jadi atensi serius Polda NTB,” ucapnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Dharo Jatun, Febrian Anindita meminta kepada pihak kepolisian agar profesional dalam mengusut dan menangani laporan klain tersebut.

Pihaknya meminta kepada pihak kepolisian agar memeriksa Rus. Karena pihaknya sudah menyampaikan alat bukti jelas. Dan, pihaknya juga memastikan akan mengawal kasus itu hingga tuntas.”Persoalan ini akan kita kawal tuntas,” ungkapnya.

Jatun menceritakan jika ihwal kasus ini berawal dari sebuah tulisan dengan judul ” jebakan Batman” yang dibagikan ke tiga group WA. Diantaranya, Sumbawa Satu, Pojok NTB dan Sasambo.

Tulisan itu tidak diketahui siapa penulisnya dan tidak pernah klarifikasi terhadap subjek penulisnya.Dalam postingan menyebutkan terkait Kafe Amman. Dan tulisan itu terkait konten di Pilkada Sumbawa.

“Dan yang bersangkutan juga kita ketahui adalah salah satu tim paslon di Pilkada,” tandas Jatun. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.