Berbagi Berita Merangkai Cerita

Dialog Jelang Pergantian Tahun, Bang Zul Ajak Aktivis NTB Lebih Banyak Kerja Ketimbang umbar Retorika

37

FOTO. Gubernur NTB Zulkieflimansyah saat bersama puluhan aktivis lintas organisasi dalam silaturahminya. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM,DS – Menjelang pergantian tahun, sejumlah aktivis dari berbagai organisasi dan kepemudaan menggelar diskusi dan silaturahmi dengan Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah di Tuwa Kawa Mataram, Kamis Petang (30/12).

Dalam pertemuan ini berbagai isu daerah menjadi topik yang didiskusikan seperti melejitnya harga bawang merah, beasiswa untuk mahasiswa NTB, sejumlah program sekaligus refleksi jelang akhir tahun.

Ketua Pengurus Kordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Bali-Nusra, Aziz Muslim, menilai kebijakan gubernur yang mengharuskan semua OPD memilki platform media sosial dan memaparkan programnya secara langsung melalui media sosial dinilai sebagai terobosan positif diera keterbukaan informasi publik.

Sosok Bang Zul yang juga aktif di media sosial layak diapresiasi, lantaran hal itu membuat Gubernur bebas berinteraksi langsung dengan masyarakat tanpa melalui jalur protokol atau protap yang telah dilakukan.

“Doktor Zul merupakan gubernur yang dekat dengan semua kalangan ini banyak yang akhir-akhir ini komentar di sosial media dari berbagai kalangan, tapi saya bilang Gubernur NTB ini atau Bang Zul ini adalah salah satu unsur yang dekat dengan mahasiswa, bahkan seluruh lapisan masyarakat di Nusa Tenggara Barat,” ujar Aziz.

Sementara Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Nusa Tenggara Barat (GMNI-NTB) Al Mukmin mengaku, sektor pertanian harus mendapat perhatian khusus. Salah satunya, pada naiknya harga salah satu komoditas pertanian yakni, bawang merah.

“Persoalan pertanian seperti bawang ini, kunci membangun NTB, Zaman Majapahit kuat bukan karena perdagangan tapi karena pertanian, saya minta pak gubernur membenahi sektor pertanian juga,” kata Mukmin.

Menjawab hal itu. Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengucapkan terima kasih atas masukan dari para aktivis tersebut.

Kata Bang Zul, perhatian para mahasiswa dan aktivis sangat diperlukan dalam mengontrol semua program dan pembagunan daerah.

Meski demikian, ia mengajak semua elemen masyarakat terutama tokoh pemuda, aktivis dan mahasiswa untuk bersama sama membangun daerah.

“Tindakan nyata lebih berarti dari sekedar retorika. Maka, menjaga lisan dan lebih banyak berbuat bersama untuk kemajuan daerah, itu lebih baik,” ucap Gubernur.

“Kemampuan menahan emosi kemampuan menahan jiwanya untuk tidak ngomong yang tidak baik. Dulu waktu jadi senat di UI saya banyak belajar ngomong nyelekit walaupun sifatnya kritik tetapi dunia saat ini sudah beda, tantangan aktivis dari daerah kita di manapun berada untuk menahan diri, lebih mengeluarkan kemampuan yang sifatnya konstruktif seperti adinda Azis ini yang sudah mapan yang sudah pandai mengolah kata,” sambungnya.

Bang Zul mendaku, tidak pernah anti kritik, namun lebih dari itu, bekerja bersama membangun daerah, sesuai porsi dan kemampuan lebih bernilai dibandingkan sekedar melontarkan kritikan pada pemerintah

“Jadi saya berharap mari kita bergandengan tangan. Sebab, kalau bukan kita siapa lagi yang akan membangun daerah kita ini, perlu kerjasama dan saling bahu membahu, ada yang salah mari kita perbaiki bersama,” tandas Gubernur. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.