Berbagi Berita Merangkai Cerita

Di Pasar Tradisional Mataram, Harga Cabai dan Bawang Putih Merangsak Naik

0 42

MATARAM, DS- Musim hujan hingga banjir yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Jawa berdampak terhadap naiknya harga komoditas pangan di sejumlah pasar-pasar tradisional di Kota Mataram. Dua di antaranya kebutuhan pokok yang naik cukup signifikan yakni bawang putih dan cabai.

Selain itu, bawang putih impor juga mengalami kenaikan. Hal ini dipicu ijin impor yang diterbitkan oleh Kementrian Perdagangan (Kemendag) sedang dalam proses evaluasi. “Kenaikan bawang putih impor menggenapi seluruh kebutuhan impor makanan dari negara China yang kini juga seluruhnya masih dalam taraf evalusi oleh pemerintah pusat,” ujar Kepala Dinas Perdagangan NTB Hj. Putu Selly Andayani di sela-sela sidak pemantauan harga bapok di pasar tradisional bersama Bulog wilayah NTB, dan Tim Satgas Pangan Polda NTB, Kamis (6/2).

Menurut dia, saat mengunjungi Pasar Kebon Roek di Kecamatan Ampenan terpantau stok kebutuhan pokok berupa beras, daging ayam, sapi dan gula umumnya dalam kondisi aman. Kata Hajjah Selly, harga beras medium berkisar Rp 8.500 per kilogram. Sementara, beras premium  masih stabil di kisaran Rp 11.000 per kilogram. Untuk harga daging sapi berkisar Rp. 130.000 per kilogram. Sedangkan, harga ayam dan gula masing-masing Rp 38.000 per kilogram dan Rp 12.500 per kilogramnya.

“Di Pasar Kebon Roek yang naik yakni, harga bawang putih impor dan cabai  mengalami kenaikan harga. Yakni, harganya mengalami kenaikkan paling tinggi menjadi Rp43.440 per kilogram (Kg) untuk bawang putih,” ujarnya.

Ia mengatakan, kendati harga cabai merah besar dan cabai rawit mengalami penurunan. Akan tetapi harganya masih dikisaran Rp 85.000-Rp90.000 per kilogramnya. “Jadi, masih tinggi harganya karena musim hujan biasanya berdampak pada cabai itu cepat busuk dan lembab. Apalagi, pasokannya juga mulai berkurang khususnya dari wilayah Pulau Jawa dan wilayah penghasil di Kabupaten Lombok Timur,” ungkapnya.

Dalam pemantauan di Pasar Pagesangan, jelas Hajjah Selly, terpantau harga beras medium berkisar Rp 9.000 per kilogram dengan harga beras premium mencapai Rp 11.000 per kilogramnya.

Meski demikian, untuk harga beras di Pasar Induk Mandalika Bertais, justru beras medium berkisar Rp 8.500 per kilogram. Sementara, harga beras premium plus mencapai Rp 11.000 per kilogramnya.

“Jadi, memang untuk harga beras sangat stabil, yakni berkisar antara Rp 8.500-Rp 9.000 per kilogram untuk jenis beras medium. Tapi, memang di semua pasar tradisional itu, harga komoditas pangan yang cendering naik adalah bawang putih dan cabai. Serta, bawang putih impor,” tandasnya. RUL

Leave A Reply