Berbagi Berita Merangkai Cerita

Di Paripurna HUT NTB, Gubernur Sebut Anak-anak NTB Bangga pada Daerahnya

0 11

MATARAM, DS – Pelaksanaan sidang paripurna DPRD NTB dalam rangka HUT NTB ke-61 berlangsung khidmat pada Senin (16/12). Tradisi ketatanegaraan yang biasa setiap tahun dilakukan tersebut diwarnai kekompakan dengan pengenaan pakain adat oleh seluruh anggota DPRD setempat, Gubernur, para pejabat OPD lingkup pemprov serta para undangan lainnya sesuai asal wilayahnya masing-masing.

Ketua DPRD NTB Hj. Baiq Isvie Rupaedah MH mengatakan, pelaksanaan sidang paripurna kali ini merupakan rasa syukur, dan bentuk anugerah pihaknya, lantaran pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat NTB, kini dapat berjalan dengan baik.

Sehingga, pidato gubernur NTB terhadap rencana dan progres pembangunan di NTB layak didengarkan pada peringatan hari jadi NTB ke-61 kali ini. Apalagi,
pembangunan berbasis kearifan lokal yang kini digagas oleh pemprov dimaksudkan untuk memanfaatkan kekayaan alam yang dimiliki wilayah setempat.

“Yang utama, tujuan untuk pembangunan serta pengembangan wilayah tersebut dan berdasarkan tingkat kebudayaan warga setempat. Mengingat, provinsi NTB memiliki banyak pulau, serta terdiri dari dua pulau besar dan banyak pulau kecil yang terhubungan oleh lautan nan indah membentang mulai dari arah barat hingga arah timur, mulai dari Ampenan hingga Sape,” ujar Isvie memulai sambutannya.

Ia menuturkan, melalui momentum peringatan hari ulang tahun kali ini, maka upaya peningkatan sumber daya manusia (SDM) masyarakat yang kini digagas oleh pemprov NTB perlu memperoleh dukungan semua pihak.

Sebab, kata Isvie, hanya melalui fokus pada pendidikan maka, penguasaan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (Ipteks), dan memiliki moralitas. Tentunya, sangat dibutuhkan untuk peningkatan taraf hidup. Hal itu menyusul, globalisasi dalam berbagai bidang kehidupan sudah tidak bisa dihindari dan berdampak pada terjadinya persaingan yang ketat, baik dalam kehidupan sosial, ekonomi, maupun politik.

Bahkan, dalam menyongsong era revolusi industri ke empat ini. “Jadi, mau tidak mau peningkatan sumber daya manusia menjadi jawaban mutlak yang harus kita siapkan. Makanya, kami setuju dengan program beasiswa ke luar negeri yang kini telah berjalan menjadi program unggulan pemprov NTB,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu. Isvie mengakui, pihaknya memberi dukungan penuh terhadap salah satu program prioritas, yakni NTB Zero Waste yang telah dicanangkan oleh pemprov NTB. Kata dia, diharapkan program ini akan senantiasa menyebarkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengadopsi pola pikir yang lebih bijaksana dalam pengelolaan sampah dengan mengimplementasikan dalam gaya hidup nol sampah.

“Hal ini penting dan sangat bermanfaat untuk keberlangsungan dan kelestarian lingkungan hidup bumi kita ini. jadi, untuk mewujudkan hal tersebut, maka semua elemen masyarakat harus terlibat dan mengambil peran nyata untuk mengendalikan dan mengelola sampah. tidak hanya pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, sehingga kedepan sampah tidak lagi menimbulkan masalah, tetapi justru dipandang sebagai potensi yang bermanfaat,” jelas Isvie.

“Selamat hari ulang tahun ke-61 provinsi NTB, semoga jaya selalu menuju NTB Gemilang,” sambungnya.

Prestasi dan Impian
Sementara itu, Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengatakan, jika dekade sepuluh, atau dua puluh tahun yang lalu. Maka, akan banyak orang yang bakal menertawai NTB, lantaran, akan menjadi tuan rumah motoGP seperti rencana tahun 2020. Hal serupa juga termasuk tempat berdirinya pabrik minyak kayu putih terbesar di dunia seperti yang telah dilakukan saat ini.

“Orang juga akan tertawa jika ada yang mengatakan bahwa ada atlet-atlet NTB yang akan menjadi juara dunia, dan atlet lainnya mempersembahkan medali demi medali di ajang-ajang berkelas internasional, mungkin orang tidak akan sungguh-sungguh percaya,” ucap Gubernur.

Namun tidak pada saat ini. Menurut Zul, pencapaian prestasi yang kini berhasil dicapai dan dirasakan sangat menggembirakan, justru sudah ada di depan mata. Sehingga wajar banyak yang menyebut berlebihan.

“Tapi sekarang, di hari ulang tahun ke-61, provinsi kita tercinta ini sudah mencatatkan begitu banyak capaian menggembirakan. Anak-anak NTB kini tidak lagi perlu menunduk malu saat menyebutkan daerah asalnya. Mereka bisa menatap mata lawan bicaranya dan berkata bahwa saya orang NTB,” tegas Gubernur.

Ia menyatakan, keberhasilan yang kini dicapaai bukanlah sebuah kebanggaan primordial yang sempit. Mengingat, merenungkan hal-hal baik yang sudah dicapai sejauh ini, adalah cara memacu semangat.

“Pastinya, menjadikan setiap pencapaian sebagai hal yang membuat kita bisa tidur lebih lelap, dan bersemangat menyambut matahari yang akan terbit besok pagi,” kata Gubernur disambut tepuk tangan para undangan yang hadir.

Menurut Zul, saat ini provinsi NTB telah menjadi bagian dari dinamika global yang begitu bersemangat. Untuk itu, dirinya bertekad, di hari ulang tahun yang ke-61, maka provinsi NTB harus bisa menjadi bagian yang menentukan dalam dinamika itu.

Apalagi, kata dia, menjadi aktor yang berperan, justru sangat penting dalam sejarah. Zul optimis bisa mewujudkan mimpi-mimpi besar tersebut, meski saat ini, akan ada orang yang tidak percaya pada keindahannya. Namun memang itu bukan tugas orang lain. “Jadi, kitalah yang harus percaya pada keindahan mimpi-mimpi kita.

yang perlu kita lakukan sekarang adalah membangun kebersamaan. Sebab semua yang kita capai saat ini bukan karya satu atau dua orang. ia adalah karya monumental dari seluruh warga NTB,” jelas Gubernur.

Ia berharap momentum HUT NTB ke-61 kali ini, seyogyanya patut dijadikan penanda waktu untuk merenungkan kembali tantangan apa yang akan di hadapi di masa depan. Sehingga, selain mempersiapkan agenda-agenda besar, tahun depan, masih akan ada sejumlah tantangan yang tidak kalah menggelisahkan.

Gubernur merincikan, tantangan itu. Diantaranya, kerusakan lingkungan yang telah melahirkan banyak sekali mudarat yang merugikan masyarakat. Sebab, di musim kemarau, fakta adanya suhu yang begitu menyengat, dan air bersih yang semakin terbatas. Sementara, di musim hujan, masyarakat NTB terancam oleh bahaya banjir, longsor dan cuaca buruk.

Sehingga, lanjut dia, menyikapi hal itu, maka pilihan untuk memperbaiki apa yang telah dirusak harus dilakukan. Dimana, pemerintah dan warga NTB wajib menjadikan pemulihan lingkungan sebagai prioritas.

“Kaitan dengan hal ini, kita telah melakukan pencanangan gerakan NTB Hijau, di Dusun Kayu Madu, Desa Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa pada Kamis (12/12) lalu. Harapan kita, gerakan ini menjadi awal baru dari upaya-upaya sebelumnya yang telah dilakukan untuk memulihkan lingkungan kita,” ungkap Gubernur.

“Mari kita tanamkan dalam relung keyakinan kita yang paling dalam, bahwa merusak alam, mencemari alam, adalah perbuatan hina yang berdampak buruk pada banyak orang. mereka yang menumbangkan pohon demi keserakahannya, tidak hanya menumbangkan pohon itu saja. namun juga menumbangkan kesempatan generasi masa depan untuk melihat indahnya hutan kita,” sambungnya.

Ia mengatakan, dalam meningkatkan indeks kualitas lingkungan hidup, pihaknya akan terus mendorong program-program unggulan. Diantaranya, tata ruang berkelanjutan, NTB Zero Waste, Bank Sampah, Penataan Geopark, Taman Asri, dan hutan produktif.

“Tantangan lainnya, menyatukan kekuatan-kekuatan yang terserak. Apalagi, NTB akan menghadapi Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota tahun 2020. Saya ingatkan, suksesi kepemimpinan ini adalah agenda rutin yang kita harapkan akan menjadi medium lahirnya kepemimpinan yang lebih baik bagi NTB. Sehingga, siapapun yang akan terpilih pada suksesi ini, kita berharap ia merupakan pemimpin yang bisa memajukan daerah yang dipimpinnya,” tandas Gubernur Zulkieflimansyah. RUL

Leave A Reply