A place where you need to follow for what happening in world cup

Di NTB, Lima WNA di Lobar, Mataram dan Dompu Dicoret dalam DPT Pemilu 2019

0 19

MATARAM, DS – Ketua KPU NTB Suhardi Soud menyebut, pihaknya telah mencoret sebanyak lima orang warga negara asing (WNA) yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT). Pencoretan 5 WNA itu merupakan temuan dari 101 data warga asing yang dirilis Dukcapil Kemendagri sebelumnya.

“Total data WNA masuk DPT di NTB 7, setelah dicek faktual hanya 5 WNA dan 1 WNI,” ujar Ketua KPU NTB Suhardi Soud menjawab wartawan, Jumat (8/3).

Keliima WNA yang masuk DPT itu ditemukan di tiga kabupaten dan kota. Soud menyebut di Lombok Barat terdapat 3 WNA masing-masing dari Australia, Belanda, dan Prancis. Sedangkan, di Mataram ada seorang WN Jepang dan di Kabupaten Dompu ada seorang WN Yunani. Atas temuan itu KPU NTB telah mencoret 5 WNA itu dari DPT.

“Jadi yang WNA hanya 5 orang sudah diinstruksikan untuk dicoret dari DPT di Dompu, Mataram dan Lombok Barat,” jelas Suhardi.

Ia merincikan kelima WNA yang masuk DPT dan sudah dicoret itu diantaranya Guilaume Andre Marcel, WNA asal Australia di Lombok Barat, Rex Cummins, WNA asal Belanda di Lombok Barat, Panagiotus Xydias, WNA Yunani di Dompu, dan Hiromi Kanno, WNA Jepang di Kota Mataram.

“Yang pasti, kelima WNA ini telah kita instruksikan pada KPU Kabupaten/kota  di Dompu, Mataram dan Lobar agar mencoret mereka dari daftar DPT Pemilu 2019,” kata Suhardi.

Diketahui, KPU mencoret 101 data e-KTP WNA yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). KPU mengatakan kasus terkait data WNA masuk DPT saat ini telah selesai.  “Bagi KPU dengan data yang diberikan tersebut dari Dukcapil sudah selesai, masalah WNA punya KTP-el sudah selesai,” ujar komisioner KPU Viryan Aziz, menjawab wartawan dalam siaran tertulisnya.

Viryan mengatakan pencoretan ini dilakukan, dengan terlebih dulu melakukan proses verifikasi faktual. Selanjutnya data WNA dicoret karena tidak memenuhi syarat.  “KPU kemudian memberikan data-data tersebut kepada KPU Kabupaten/kota melalui KPU provinsi/KIP Aceh untuk dilakukan proses faktual dan sudah dilakukan pencoretan dari DPT yang ditetapkan,” kata Viryan.

“Sudah dicoret semua karena yang bersangkutan masuk kategori TMS, Tidak Memenuhi Syarat,” sambungnya.

Menurut Viryan, Dukcapil telah terlebih dulu melakukan sinkronisasi sebelum menyerahkan data ke KPU. Sehingga menurutnya KPU telah menyelesaikan kasus tersebut dengan melakukan pencoretan.  “Karena Dukcapil sudah mensinkronkan data tersebut, jadi mestinya sudah selesai dengan kami langsung coret,” kata Viryan.

Sebelumnya, KPU mengatakan telah mencoret 101 data WNA yang tersebar di 17 provinsi. Dengan jumlah terbanyak berada di Bali 34 WNA, dan Jawa Timur 16 WNA. WNA ini tercatat berasal dari 29 Negara. Dimana WNA paling banyak berasal dari Jepang 18 WNA dan Belanda 9 WNA. RUL.

Leave A Reply

Lewat ke baris perkakas