Berbagi Berita Merangkai Cerita

Di Lombok, Gadis Cantik Dinikahi dengan Mahar Sandal Jepit

67

MATARAM, DS – Pernikahan memang menjadi sesuatu yang sakral bagi manusia di muka bumi ini.  Apalagi, biasanya momen tersebut merupakan kado indah bagi berkumpulnya keluarga besar kedua mempelai.

Beberapa pengantin memilih sesuatu yang unik untuk membuat pernikahan mereka berkesan. Salah satunya yang terjadi di Desa Braim, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah.

Pasangan Yudi (40) dengan istrinya Helmi (20) memilih menikah dengan mahar ala kadarnya, yaitu sepasang sandal jepit dan segelas air putih. Pernikahan digelar Jumat (3/7) lalu.

Beberapa kali Yudi membaca ijab kabul yang dituntun penghulu. Meskipun beberapa kali salah berucap, akhirnya kedua pengantin itu resmi menjadi pasangan suami istri.

“Aku terima kawin Helmi maskawin sandal jepit sepasang kance (dengan) aik (air) segelas,” kata Yudi dalam vidionya yang viral di media sosial (Medsos), Jumat (3/7) lalu.

Usai ijab kabul, Yudi menyerahkan sepasang sandal jepit dan segelas air ke Helmi istrinya. Tidak berselang lama sang istri meminum air tersebut.

Kisah asmara mereka bermula saat berkenalan melalui media sosial. Helmi saat itu menjadi TKW di Arab Saudi. Sepulang merantau, mereka menjalani hubungan cinta dan memutuskan menikah.

“Saya hanya bertemu dua kali setelah Helmi sepulang dari Arab Saudi, dan pertama kali bertemu di wisata Tete Batu pada saat membuat video klip lagu sasak,” ungkap Yudi yang dihubungi melalui pesan massengernya, Minggu (5/7).

Helmi mengatakan, ia tidak ingin merepotkan suaminya, sehingga meminta maskawin ala kadarnya.

“Tidak mau merepotin minta maskawin segini saja sudah cukup,” ungkap Helmi Isterinya.

Yudi mengaku bersyukur dapat menikahi Helmi yang cantik. Ia mengaku saat pertama bertemu rasa malu menghantuinya.

“Pertama kali bertemu saya merasa malu melihat Helmi,” tandasnya.

Yudi juga sebelumnya telah tiga kali menikah. Namun kesetiaannya pada Helmi membuat Helmi luluh hati menerimanya

Sandal Permintaan Istri

Yudi yang dihubungi mengatakan, sandal jepit tersebut telah dipajang dan menjadi kenangan yang nantinya akan dilihat oleh anak mereka.

“Sandal jepit dipajang untuk dilihat sama anak nanti. Enggak langsung dipakai, jadi pajangan,” ucapnya.

Yudi merupakan seorang youtuber yang memiliki channel bernama Yudi Anggata. Channel YouTube miliknya memiliki subscribers 22,8 ribu. Channel tersebut diisi dengan klip musik Sasak (tradisional Lombok).

“Profesi harian jadi youtuber. Chanel Yudi Anggata, sudah 22,800 ribu subscribe,” katanya.

Sang istri, Helmi mengatakan awal perkenalan dengan sang suami bermula saat ia merantau di Arab Saudi selama tiga tahun. Kerinduan akan Lombok, membuatnya menghibur diri dengan menikmati musik Sasak di YouTube. Ia kemudian menjadi subscribers Yudi dan aktif berkomentar.

“Dulu aku komen di videonya. Terus lanjut di Facebook. Dulu jadi subscribers,” kata Helmi.

Saat balik dari rantauan, Helmi tidak sengaja bertemu Yudi saat suaminya itu membuat konten di Desa Tetebatu Lombok Timur.

“Tiga tahun di Arab Saudi. Kenalan di Arab Saudi video call telpon tapi pas saya pulang dia enggak tahu, tiba-tiba diketemukan sama teman,” ujarnya.

Ia mengatakan, Yudi yang saat ini telah tiga kali menikah itu saat pertama ketemu sangat cuek. Helmi selalu aktif menanyakan kabarnya.

“Bang Yudi awalnya cuek, saya inbox di Facebook enggak direspon, cuek. Eh tiba-tiba ketemu. Saya tahu oh ini pasti Yudi Anggata, saya nyapa duluan,” ungkap Helmi.

Setelah mereka akrab, Helmi mengajak Yudi menikah. Bahkan dia rela meminta mahar yang tidak memberatkan suaminya. Karena sang suami hanya menjadi youtuber.

“Saya yang minta nikah. Ini enggak nyangka bakalan viral. Itu kemauan saya. (Minta mahar) segelas air putih buat dirasain langsung diminum,” pungkasnya.

Ke depannya, Helmi akan membantu mengembangkan channel YouTube sang suami, dengan menjadi model. Helmi juga akan mengikuti langkah sang suami dengan membuat channel YouTube. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.