Berbagi Berita Merangkai Cerita

Di Hadapan Menko Polhukam dan Mendagri, Gubernur NTB Tagih Janji Kapolda Tuntaskan Lahan MotoGP Mandalika Akhir Juli

644

MATARAM, DS – Masalah lahan sirkuit MotoGP belum tuntas hingga saat ini. Hal itu ditegaskan oleh Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah di hadapan lima pimpinan lembaga negara dan kementerian dalam kegiatan kunjungan kerja (Kunker) ke Provinsi NTB, Selasa (21/7) petang.

Lahan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika belasan hektar masih belum clear and clean. Untuk di Sirkuit MotoGP, masih tersisa satu titik yang harus segera dituntaskan.

Oleh karena itu, di hadapan Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono, Mendagri Tito Karnavian, Menko Polhukam Mahfud MD dan para pejabat lainnya, gubernur menagih janji Kapolda NTB Irjen Pol Mohammad Iqbal. “Salah satu janji pak Kapolda adalah menuntaskan persoalan lahan Sirkuit MotoGP bulan Juli ini. Tinggal satu titik saja,” ucap gubernur dari atas podium.

Gubernur sendiri menyampaikan ucapan terima kasih kepada Wakapolri. Karena telah memberikan hadiah kepada NTB berupa sosok Kapolda yang hebat. Janji untuk menyelesaikan masalah lahan bulan Juli ini seharusnya terwujud. “Terima kasih kepada Wakapolri, NTB telah diberikan hadiah seorang Kapolda yang brilian,” sindirnya.

Sikap gubernur yang menagih janji Kapolda tersebut, semata-mata demi kebaikan bersama. Pasalnya, Presiden RI Joko Widodo sejak awal telah menginstruksikan agar masalah lahan sirkuit MotoGP segera dituntaskan. “Mudah-mudahan saat pak Jokowi datang, semua persoalan sudah clear. Sehingga NTB siap jadi tuan rumah MotoGP 2021,” katanya.

Pelaksanaan balap MotoGP sudah semakin dekat. Apabila tidak ada halangan, ucap gubernur, bulan Oktober 2021 NTB akan menjadi tuan rumah. Hal itu tentu saja sebuah kebanggaan yang sangat besar.

Namun masalah lahan tentu saja harus clear and clean. Masyarakat sendiri sudah sangat siap menyambut event bergengsi itu. “Tahun depan kalau tidak ada halangan NTB akan menjadi host MotoGP 2021 bulan Oktober. Masyarakat disini juga sudah melakukan pemanasan melalui lomba pacuan kuda. Menarik ini karena kuda-kuda yang berlari menggunakan nama para pembalap MotoGP seperti Marquez, Valentino Rossi dan lain-lain,” tutur gubernur.

Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono, langsung menanggapi permintaan dan harapan gubernur. Orang nomor dua di institusi kepolisian itu langsung menginstruksikan agar Kapolda NTB bisa memenuhi janjinya.

Menurut Gatot, masalah lahan merupakan hal yang biasa terjadi. Terutama terkait masalah harga yang sering menjadi kendala. “Saya minta Kapolda bantu Gubernur semaksimal mungkin. Sehingga tidak ada alasan MotoGP tidak dilaksanakan karena masalah lahan,” ujarnya.

Secara tegas, Wakapolri juga meminta Kapolda NTB untuk menindak tegas siapapun dan pihak manapun yang mencoba bermain-main. “Kalau ada yang main-main, seperti pemalsuan dokumen kepemilikan, ditindak tegas saja. Dan terkadang muncul premanisme, timpang tindih kepemilikan juga,” tandasnya. RU

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.