Berbagi Berita Merangkai Cerita

Dewan NTB Dukung Langkah Gubernur Bangun Jembatan Lombok-Sumbawa

326

FOTO. Rusli Manawari. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Rencana Gubernur Zulkieflimansyah membangun jembatan Lombok-Sumbawa untuk menghubungkan dua pulau di NTB, menuai dukungan anggota Komisi IV DPRD NTB yang membidangi Infrastruktur, Pertambangan dan Lingkungan Hidup, Rusli Manawari.

Politisi PPP menegaskan, rencana Pemprov melalui Gubernur NTB itu harus didukung oleh semua pihak. Pasalnya, gagasan tersebut akan memudahkan akses transportasi antar kedua wilayah kin menjadi lancar.

“Kan di ibukota provinsi NTB di Mataram, Pulau Lombok itu ada mall besar. Nah di Pulau Sumbawa enggak ada. Jadi, ini rencana luar biasa yang harus didukung semua pihak,” kata Rusli menjawab wartawan di ruang kerjanya, Senin (18/1).

Sebagai warga Pulau Sumbawa. Ia mendukung rencana pembangunan jembatan tersebut. Mengingat, apapun gagasan itu harus dimulai dari sebuah mimpi.

“Jadi, jika gubernur itu bermimpi wajar, soal realisasi itu terserah. Kita harus punya cita-cita untuk memulai sesuatu yang besar itu,” tegas Rusli.

Menurut dia, persiapan menyeluruh sudah saatnya dimulai. Terutama dari penyiapan anggaran, mengingat biaya membangun jembatan itu tidak kecil.

Hanya saja. Rusli optimis Gubernur akan mampu menggaet investor untuk mewujudkan rencananya tersebut.

“Dengan pengalaman dan jejaring Bang Zul yang telah teruji selama ini dengan pusat dan investor. Kok saya yakin proyek pembangunan jembatan Lombok-Sumbawa akan bisa terwujud,” ungkapnya.

Rusli mengungkapkan, pemerintah di daerah dan pusat punya kepentingan sama meningkatkan taraf ekonomi rakyat. Titik temu ini diharapkan semakin memperbesar peluang jembatan dapat terealisasi.

Hadirnya jembatan yang saat ini sudah masuk tahapan Feasibilty Study atau Studi Kelayakan akan mempermudah akses masyarakat di Lombok dan Sumbawa. “Akses jalan lebih mudah dan cepat (dari pulau Lombok ke Sumbawa),” ucapnya.

Sementara terkait pihak yang kontra atau menolak jembatan sepanjang 16,5 kilometer (km) itu dinilai biasa dan wajar.  Hanya saja, ia tidak menghendaki cibiran itu muncul justru ditengah pemerintahan NTB yang tengah serius mewujudkannya.

“Biasa cibiran itu muncul. Namun setelah mereka melihat kemanfaatannya, saya kira kita punya harapan sama,” tandas Rusli Manawari.

Sebelumnya, Pemprov NTB telah meneken kerja sama untuk Studi Kelayakan pembangunan jembatan Lombok-Sumbawa dengan PT Nabil Surya Persada. Studi rencananya akan dimulai bulan depan.

Jika benar teralisasi, maka jembatan ini akan menjadi jembatan terpanjang di Indonesia, mengalahka Jembatan Suramdu 5,4 km. Pemprov memperkirakan biaya pembangunan jembatan ini mencapai Rp 16,5 triliun. RUL

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.