A place where you need to follow for what happening in world cup

Dewan Minta Pisahkan Posisi Wabup dengan Ketua HKTI

315

SELONG, DS – Menanggapi kekecewaan masyarakat pada program 10 juta sapi yang belum terealisasi hingga saat ini, Sekretaris HKTI NTB, Iwan Setiawan mengatakan Pemkab Lotim telah menyiapkan program KUR sapi.

Program ini akan diprioritaskan untuk diberikan kepada peternak yang telah membangun kandang. “Jadi yang kita prioritaskan yang sudah-sudah siap kandangnya. Sambil menunggu program HKTI,” kata Iwan.

Sebagai pengingat kembali, pemberian KUR sapi melalui program Lotim Berkembang (Berantas Rentenir Melalui Kredit Tanpa Bunga), diisiniasi oleh Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) Lombok Timur dibawah pimpinan Wakil Bupati Lotim, H. Rumaksi SJ. Dan telah diluncurkan pada September 2020, atau lebih cepat satu bulan dari penandatanganan MoU 10 juta sapi HKTI NTB.

Iwan pun menyebut, jenis sapi yang akan didatangkan untuk penerima KUR sapi adalah jenis sapi eksotik yang nilainya lebih tinggi. “Kedepan KUR ini bukan sapi Bali. Harapan kita masyarakat dapat KUR sapi brahman atau simental,” ucapnya.

Namun Iwan meyakini program 10 juta sapi HKTI NTB tetap akan dapat terealisasi. Namun, pandemi Covid-19 menjadi alasan tersendatnya program ini.

Bahkan ia mengaku telah merekrut dokter hewan yang akan dikirim langsung ke Australia untuk mengecek kesehatan sapi yang akan didatangkan.

“Kami sudah rekrut 15 dokter hewan yang akan dikirim ke Australi. Begitu kita daftarkan, tidak bisa masuk,” katanya.

HKTI NTB telah menyelesaikan seluruh persiapan yang dibutuhkan untuk mendatangkan sapi. Termasuk untuk kesiapan lahan penangkaran sapi.

“Kalau kita dari HKTI NTB sesuai dengan kontrak yang kita tandatangani, hak dan kewajiban sudah kita laksanakan seutuhnya,” pungkasnya.

Menanggapi pernyataan Sekretaris HKTI NTB tersebut, Ketua DPRD Lombok Timur meminta agar ada pemisahan antara tugas sebagai pejabat dengan organisasi di luar pemerintahan. Agar masyarakat bisa juga membedakan sumber program-program yang digelontorkan ke masyarakat.

“Kapasitas sebagai Wabup dan Ketua HKTI harus dibedakan,” pintanya, saat ditemui Selasa (08/06).

Ia pun menyoroti janji 10 juta sapi yang berimplikasi besar pada harapan masyarakat. Seharusnya edukasi juga ditekankan agar masyarakat tidak hanya mengharapkan bantuan. Namun, ada bentuk usaha lain seperti kemudahan akses permodalan.

“Janji-janji yang berimplikasi besar kepada harapan masyarakat itu dikurangi saja. Kasi yang real, yang kira-kira bisa terealisasi,” tandasnya. Dd

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.

Lewat ke baris perkakas