BSK Samawa

Desa Suranadi akan Perkenalkan NTB Melalui Tanamam Hias

Tanaman hias Desa Suranadi

Mataram, DS-Desa Suranadi akan memperkenalkan NTB melalui kekayaan flora berupa tanaman hias. Selama ini, hasil budidaya petani Suranadi itu bertebaran di berbagai daerah dan Negara lain melalui Bali dan Sumatera.

Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram, Dr.Halus Mandala, mengemukakan Desa Suranadi dikenal memiliki kekayaan tanaman hias, termasuk tanaman hias yang semula didatangkan dari daerah lain dan dibudidayakan dalam jumlah besar.

Berbagai jenis tanaman hias itu dikelola oleh 11 kelompok petani tanaman hias desa setempat yang masing-masing kelompok beranggotakan minimal 5 orang. Selain menjual tanaman hias ke daerah lain, mereka pun memasarkannya secara lokal di Pulau Lombok.

Menurut Halus, jika semula tanaman hias dari Suranadi melalui jalur Bali dan Sumatera, dalam waktu dekat – setelah melalui pendekatan dengan Balai Karantina NTB — akan mulai dikirim via NTB. Hal itulah yang menurut Halus, tanaman hias Desa Suranadi akan membawa nama NTB di kancah nasional secara langsung.

Kadus Pemunut Desa Suranadi, Gede Pebri, mengatakan ajang yang memamerkan sekaligus memasarkan tanaman hias sudah beberapa kali dilakukan di NTB. Pihaknya biasa mengundang para pecinta tanaman hias untuk datang langsung ke desa yang sejuk itu.

Menurutnya, melalui tanaman hias bisa dihasilkan pendapatan desa. Bahkan ia berniat menjadikan ajang pameran tanaman hias sebagai yang pertama mendatangkan pendapatan desa. Satu tekadnya lagi, menjadikan Suranadi sebagai sentra sekaligus laboratorium tanaman hias dari berbagai daerah.

Salah seorang petani tanaman hias, Nyoman Purna, mengemukakan telah membudidayakan ratusan jenis tanaman hias dengan harga yang bervariasi. Di areal miliknya yang luasnya hektaran, Purna melakukan pembibitan yang kemudian dijualnya kepada konsumen.

Menurutnya, terdapat beberapa tanaman hias yang turun harga namun ada juga yang tetap konstan. Ia mengakui dari tanaman hias itu berhasil memenuhi perekonomian diri dan keluarganya. ian

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.