BSK Samawa

Desa Menggala Siap Gelar “Gawe Gubuk”

Lalu Sapta. ian

Tanjung, DS-Desa Menggala, Kecamatan Pemenang, KLU akan menggelar gawe gubuk akhir Juni mendatang. Program ini merupakan inovasi Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB yang bekerjasama dengan Unicef dalam mengatasi kerentanan anak.

Kepala Desa Menggala, Lalu Sapta, Kamis (19/5) di kantor desa setempat, mengemukakan kendati baru menjabat selama empat bulan, desa yang terkenal dengan hasil pertanian jambu mete itu siap berpartisipasi dalam kegiatan itu.

Gawe gubuk itu sendiri merupakan layanan integrasi yang berbasis di desa dengan melibatkan seluruh OPD kabupaten dengan kewenangannya masing-masing dalam mengatai kerentanan anak. Anak-anak rentan meliputi anak buruh migran, anak korban peceraian, anak dalam asuhan orang lain, anak stunting, anak disabilitas, anak korban nikah dini, dan lain-lain.

Sekretaris LPA NTB, Sukran Hasan, S.Pd, dalam kesempatan itu mengemukakan anak-anak ini akan dilayani kebutuhannya di desa setempat. Sebutlah jika anak tersebut belum memiliki identitas hukum seperti akta kelahiran maka akan dilayani Dinas Dukcapil. Pola ini dinilai efektif dalam mempercepat pelayanan dan kebutuhan anak rentan akan hak-hak dasar lainnya.

Menurut Sapta, Desa Menggala siap berpartisipasi dalam gawe gubuk tersebut. Ia pun mengemukakan sejumlah persoalan yang dialami warganya yang sering kali terganjal, diantaranya masih ada masalah akta kelahiran anak yang menyaratkan buku nikah kedua orangtuanya. Sedangkan, kedua orangtua itu menikah secara siri dan kadang sudah bercerai.

Ia mengemukakan ingin agar semua warganya memiliki buku nikah mengingat setengah keluarga di Desa Menggala yang sudah berkeluarga tanpa buku nikah. “Mudah-mudahan hal itu bisa diakomodir,” ujarnya. Selain itu, terdapat masalah lain menyangkut kerentanan anak.

Desa Menggala sendiri terdiri dari 10 dusun dengan jumlah penduduk 6.701 dengan 2.252 KK. Sementara ini kerentanan anak di desa itu tengah diidentifikasi untuk selanjutnya diverifikasi dalam sangkep desa dan diharapkan menerima pelayanan dalam gawe gubuk.

Sapta menilai gawe gubuk merupakan langkah positif dari aspek layanan terintegrasi karena mengutamakan kebersamaan dan kegotongroyongan dalam mengatasi masalah anak rentan. ian

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.