Menu

Mode Gelap

Dinamika · 19 Mei 2022 19:11 WITA ·

Desa Menggala Siap Gelar “Gawe Gubuk”


					Lalu Sapta. ian Perbesar

Lalu Sapta. ian

Tanjung, DS-Desa Menggala, Kecamatan Pemenang, KLU akan menggelar gawe gubuk akhir Juni mendatang. Program ini merupakan inovasi Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB yang bekerjasama dengan Unicef dalam mengatasi kerentanan anak.

Kepala Desa Menggala, Lalu Sapta, Kamis (19/5) di kantor desa setempat, mengemukakan kendati baru menjabat selama empat bulan, desa yang terkenal dengan hasil pertanian jambu mete itu siap berpartisipasi dalam kegiatan itu.

Gawe gubuk itu sendiri merupakan layanan integrasi yang berbasis di desa dengan melibatkan seluruh OPD kabupaten dengan kewenangannya masing-masing dalam mengatai kerentanan anak. Anak-anak rentan meliputi anak buruh migran, anak korban peceraian, anak dalam asuhan orang lain, anak stunting, anak disabilitas, anak korban nikah dini, dan lain-lain.

Sekretaris LPA NTB, Sukran Hasan, S.Pd, dalam kesempatan itu mengemukakan anak-anak ini akan dilayani kebutuhannya di desa setempat. Sebutlah jika anak tersebut belum memiliki identitas hukum seperti akta kelahiran maka akan dilayani Dinas Dukcapil. Pola ini dinilai efektif dalam mempercepat pelayanan dan kebutuhan anak rentan akan hak-hak dasar lainnya.

Menurut Sapta, Desa Menggala siap berpartisipasi dalam gawe gubuk tersebut. Ia pun mengemukakan sejumlah persoalan yang dialami warganya yang sering kali terganjal, diantaranya masih ada masalah akta kelahiran anak yang menyaratkan buku nikah kedua orangtuanya. Sedangkan, kedua orangtua itu menikah secara siri dan kadang sudah bercerai.

Ia mengemukakan ingin agar semua warganya memiliki buku nikah mengingat setengah keluarga di Desa Menggala yang sudah berkeluarga tanpa buku nikah. “Mudah-mudahan hal itu bisa diakomodir,” ujarnya. Selain itu, terdapat masalah lain menyangkut kerentanan anak.

Desa Menggala sendiri terdiri dari 10 dusun dengan jumlah penduduk 6.701 dengan 2.252 KK. Sementara ini kerentanan anak di desa itu tengah diidentifikasi untuk selanjutnya diverifikasi dalam sangkep desa dan diharapkan menerima pelayanan dalam gawe gubuk.

Sapta menilai gawe gubuk merupakan langkah positif dari aspek layanan terintegrasi karena mengutamakan kebersamaan dan kegotongroyongan dalam mengatasi masalah anak rentan. ian

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 96 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Boat Desa Pedi Tode, Kabupaten Sumbawa Yakin Raih KLA 2023

28 Juni 2022 - 16:55 WITA

Sekda Tepis Isu Pemekaran Provinsi NTB

26 Juni 2022 - 15:11 WITA

Puluhan Karyawan Bappeda Loteng Semarakkan Event Internasional MXGP

24 Juni 2022 - 17:37 WITA

Ini Pandangan Gubernur NTB Soal Joki Cilik

24 Juni 2022 - 07:22 WITA

PemilU 2024 Jangan Sekadar Arena Perebutan Kekuasaan

23 Juni 2022 - 18:13 WITA

KRI Banjarmasin Jadi Pusat Perhatian Warga Sumbawa

22 Juni 2022 - 18:11 WITA

Trending di Dinamika