Berbagi Berita Merangkai Cerita

Desa di Lotim di-“Deadline” Buat Perdes Pencegahan Perkawinan Anak 31 Maret 2021

187

Bupati Lotim Sukiman Azmy

SELONG, DS- Bupati Lombok Timur, Sukiman Azmy, menekankan agar seluruh desa di Lombok Timur memiliki Peraturan Desa (Perdes) tentang pencegahan pernikahan dini.

Hal ini dikatakan Bupati kepada wartawan usai sosialisasi pencegahan pernikahan dini bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) NTB, Kamis (04/03).

Bupati pun memberi batas hingga tanggal 31 Maret 2021 bagi seluruh desa untuk membentuk Perdes.

“Saya tekankan tanggal 31 Maret, semua desa harus punya Perdes pencegahan pernikahan dini,” tegas Sukiman.

Ia mengatakan selama ini jajarannya terlalu banyak berteori, namun melupakan penyelesain melalui aksi nyata di lapangan. Penekanan ini dilakukan Bupati mengingat posisi Lombok Timur sebagai penyumbang terbesar angka pernikahan dini di Lombok Timur.

Selain Perdes Pencegahan Pernikahan dini, Bupati juga memberi batas agar seluruh desa menjadi kampung KB per 30 April. Serta menjadikan posyandu keluarga pertanggal 31 Mei.

“Tentu harus diinventarisir masalahnya apa. Baru kita rapatkan di tanggal 10 itu untuk menyelesaikan masalah di lapangan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB), Ahmat mengatakan camat selaku leading sektor di kecamatan harus melakukan intervensi kepada desa.

“Ini membutuhkan kerjasama dengan dinas kesehatan dan puskesmas. Camat selaku leading sektor tentunya harus melakukan penekanan,” pintanya.

Untuk mewujudkan kampung KB hanya dibutuhkan komitmen pemerintah desa bersama masyarakat. Sedangkan posyandu keluarga hanya perlu tambahan dua kader pada posyandu yang telah berjalan selama ini.

“Padahal itu gampang juga. Hanya perlu menambah dua kader. Kader lansia dan kader remaja,” bebernya. Dd

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.