Berbagi Berita Merangkai Cerita

Dengan Protokol Kesehatan Covid 19, Program Unggulan Pemprov Jalan Terus

18

Mataram,DS – Pemprov NTB terus menjalankan berbagai program unggulan guna mencapai target-target yang telah ditentukan. Dalam pelaksanaan program-program unggulan ini, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menekankan agar pelaksanaannya dibarengi dengan protokol kesehatan Covid-19, termasuk salah satunya program Dewa Wisata.

Memimpin rapat terkait Revitalisasi Posyandu, Zero Waste, Desa Wisata serta Desa Tangguh Bencana bertempat di Ruang Anggrek Kantor Gubernur, Senin, 22 Juni 2020, rapat kali ini pun diikuti oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda NTB, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik Provinsi NTB, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Kepala Dinas PMPD Dukcapil NTB, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) NTB dan Plt. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB.

“Progres daripada program unggulan kita, yang berkolaborasi yaitu, NTB Bersih, NTB Hijau, Revitalisasi Posyandu, Desa Tangguh Bencana, Desa Wisata dan juga Kampung Sehat ini saya rasa sangat sangat penting juga dan merupakan bagian untuk mengkampanyekan protokol Covid-19,” ucap Wagub seraya  mengingatkan bahwa dengan adanya pandemi Covid-19 telah memberikan satu kesadaran baru yakni kesehatan merupakan suatu kebutuhan. Untuk itu, penanganan pandemi Covid-19 di NTB perlu strategi jitu dan juga efektif.

Pemberian edukasi guna meningkatkan kewaspadaan harus melalui pesan-pesan yang mudah diterima oleh masyarakat. Salah satunya, melalui video atau infografis yang menarik. Dengan begitu edukasi yang diberikan dapat sampai dengan mudah kepada masyarakat.

Kewaspadaan yang dimaksud Umi Rohmi yakni tertib dan disiplin dalam menaati protokol kesehatan Covid-19. Pencegahan seperti menggunakan masker bila keluar rumah, mencuci tangan pakai sabun, tidak menyentuh bagian wajah dan menjaga jarak. Apabila hal tersebut disiplin dilaksanakan, maka wabah corona bisa diatasi dengan baik, begitu pula dengan aspek-aspek sosial ekonomi yang bisa segera pulih.

“Dari seluruh kegiatan kita, sekarang dan kedepan ini adalah bagaimana menerapkan protokol Covid-19. Kalau kita disiplin berarti kita bisa cepat clear ekonomi kita,” jelasnya. Ia pun menyebut program NTB Bersih, NTB Hijau, Revitalisasi Posyandu, Desa Tangguh Bencana, Desa Wisata dan Kampung Sehat dalam pelaksanaannya harus menerapkan protokol kesehatan covid-19. Sehingga seluruh program yang berbaris desa ini diharapkan mampu menjadi wadah dalam penyampaian edukasi kepada masyarakat.

Menurutnya, mencapai hal itu  dibutuhkan kerjasama yang baik dari berbagai pihak. Oleh karena itu, Umi Rohmi mengajak agar seluruh elemen saling bersinergi sehingga mampu mempercepat kemajuan dan progres dari program-program unggulan tersebut. “Memang kita tidak bisa bekerja sendiri, tidak mungkin akan selesai kalau tidak kita bangun sinergi dengan kabupaten dan kota,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A menyampaikan sejumlah capaian program Revitalisasi Posyandu. Diantaranya, jumlah posyandu per bulan Maret 2020 mencapai 7.320 posyandu dan jumlah posyandu keluarga yang telah mencapai 1.070 posyandu. Ia juga memaparkan perkembangan Covid-19 di NTB per 19 Juni 2020 dengan 1.067 kasus positif Covid-19, 286 Orang positif dalam perawatan, 736 orang sudah sembuh, 45 orang meninggal, 464 pasien dalam pengawasan dan 205 orang dalam pemantauan.

Diharapkan komitmen dalam penerapan protokol kesehatan Covid-19 kedepannya dapat terus ditingkatkan baik oleh pemerintah maupun masyarakat. Sedangkan pada pusat perbelanjaan, tempat-tempat wisata dan pusat keramaiaan lainnya, keamanan serta penerapan protokol Covid-19 harus lebih diperhatikan lagi, sehingga dapat menekan angka positif virus Covid-19.hm

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.