Berbagi Berita Merangkai Cerita

Dende Seruni,Terus Berinovasi

37

Penampakan obyek wisata Dende Seruni

Tidak puas dengan kondisi wisata yang ada selama ini, Dende Seruni akan berinovasi menambah program pengembangan melalui Wisata Mangrove. Terlebih jumlah pengunjung cenderung melesat naik mengatrol pendapatan Desa Seruni Mumbul.

Pengelola Destinasi Wisata Denda Seruni Desa Seruni Mumbul ,Kecamatan Pringgabaya, Imran, Selasa (18/05/21),  menyampaikan bahwa pihaknya sudah memrogramkan pengembangan Destinasi Wisata Denda Seruni. Dia optimis program ini akan laku karena menawarkan wahana yang memiliki sensasi daya tarik yang saling melengkapi antara Destinai Denda Seruni dengan destinasi wisata yang diprogramkan berikutnya.

            “Sesungguhnya Pemdes Seruni Mumbul sudah merencanakannya dan proposalnya sudah dietujui oleh Kementerian Desa pada tahun 2019 yang lalu. Sebuah paket Wisata Mangrove yang sedianya diwujudkan pada tahun 2020 itu, tertunda karena Covid 19 yang sampai saat ini masih menyedot perhatian pemerintah dan kita semua,” kata Imran.

            Menurutnya, destinasi Wisata Denda Seruni sudah menjadi pilihan yang makin menarik dan mendapat kunjungan yang meningkat dari masyarakat berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahsiswa, masyarakat, hingga wiman dan wisnu.

Kita tetap senantiasa untuk meningkatkan mutu pelayanan serta berinovasi dengan wahana yang memiliki unsur pesona yang tidak membosankan,” terangnya.

            Imran memberi contoh inovasi berupa wahana menara bambu tiruan menara Eifel di Paris. Adanya  menara bambu tersebut menjadi daya tarik yang menyedot pengunjung semakin berdatangan.  Namun, pihaknya pun tak mengelak kalau saja saat ini kehadiran pengunjung tak sederas sebelum Corona Covid 19. “Meskipun di tengah Covid 19  ada saja yang datang, sudah barang tentu tetap memperhatikan protokol kesehatan,” ujarnya.

            Menyinggung program baru berupa paket Wisata Mangrove, pihaknya sedang menunggu informasi dari Pemerintah Pusat melalui  Kementerian Desa sebagai program diversifikasi.  Dia yakin Wisata Mangrove akan menjadi tujuan berikutnya setelah pengunjung menikmati pesona Denda Seruni.

“Insya Allah,  kami dari pengelola bekerja keras untuk menjadikan pengunjung merapat ke destinasi Wisata Denda Seruni dan Wisata Mangrove yang notabene satu kawasan namun memberikan sensasi yang berbeda dan sama-sama memiliki daya pesona  yang kuat,” kata Imran.

Dari Reflika Menara Eifel hingga Homestay Apung

Keberadaan Denda Seruni, telah mendatangkan banyak manfaat bagi Desa Seruni Mumbul dan masyarakatnya dari berbagai perspektif. Sosial, budaya, ekonomi merupakan aspek  yang sangat dirasakan manfaatnya. Setidaknya, banyak peluang aktivitas bagi warga masyarakat sekitar untuk terlibat dalam gerak, napas, dan langkah Denda Seruni.  Karena itu, destinasi wisata ini harus dijaga dan dirawat agar berkelanjutan serta manfaatnya bisa dinikmati dalam jangka panjang.

Imran mengaku senantiasa berkoordinasi dengan Kepala Desa Denda Sernui,  Tajudin MS,  Untuk itu dirinya juga menyampaikan apa yang menjadi komitmen Pemdes dengan dirinya sebagai pengelola.

Ada dua program untuk pengembangan Kawasan Danau Bakau milik Desa Seruni Mumbul.  Kedua program tersebut meliputi pengembangan wahana dan program baru berupa pemanfaatan Kawasan Bakau.

Di kawasan Destinasi Wisata Denda Seruni akan ada pembebasan lahan seluas 30 are. Di lahan tersebut nanti dibuat lapak-lapak untuk berdagang aneka kuliner, kerajinan, dan karya seni-budaya.  Termasuk juga wahana lainnya dengan harapan Denda Seruni makin banyak disenangi dan menjadi magnet tersendiri  bagi para wisatawan untuk  berkunjung.

Sedangkan di kawasan Mangrove akan dimanfaatkan menjadi wahana menarik dilengkapi dengan jembatan kayu. Dari sini nantinya orang bisa menuju ke Gili Kondo dengan memakai wahana perahu yang telah disiapkan  khusus bagi para wisatawan di  kawasan Destinasi Mangrove ini. 

Imran menyampaikan bahwa pengembangan terus dilakukan, mengingat kawasan Destinasi Wisata Denda Seruni baru terpakai 50 % dari lahan yang ada. 

“Jumlah pengunjung sebelum adanya menara bambu tertinggi mencapai angka 5.000 orang/bulan,  dengan   omzet sekira Rp. 26 juta/bulan. Sedangkan sesudah adanya menara bambu miniatur eifel jumlah pengunjung mencapai 14.000  orang/bulan dengan jumlah omzet sebanyak Rp. 66 juta/bulan,” akunya. 

Pengelolaan dana omzet dalam bentuk prosentase yang mengacu kepada Perdes. Sehingga, nilai pendapatan sangatlah tergantung dari jumlah pemasukan. Semakin tinggi pemasukan, maka semakin tinggi nilai pendapatan. Maka, komitmen kerja keras terus dibangun, berinovasi sebagai upaya menciptakan kondisi dan suasana Destinasi Wisata Denda Seruni menjadi bagian  yang paling banyak dilirik para wisatawan.

“Dari omzet yang ada akan dikelola  sebagaimana Perdes yaitu menjadi 40% untuk PAD (Desa), 30% untuk karyawan, 15% untuk operasional, 10% untuk dana sosial, dan 5% untuk kesehatan karyawan,” terang Imran.

Untuk pengembangan Denda Seruni berupa : pembangunan kolam renang dewasa, spot foto, jembatan beton, pembebasan lahan, pembuatan lapak berjualan/berdagang. Sedangkan kawasan bakau yang mengarah ke pelabuhan kayangan akan dibuat sebagai Destinasi Wisata Mangrove dengan wahana menarik seperti halnya Homstay Apung yang dihubungkan dengan imfrastruktur jembatan bambu yang artistik dan eksotis.  Untuk pengembangan dan inovasi baru dari Dana Desa dan bantuan dari Kementerian Desa.

Imran menyampaikan, Kementerian Desa saat survey siap membantu senilai Rp 1 miliar namun terkendala virus Covid 19 yang kondisinya berlanjut sampai saat ini.   “Kita tunggu saja dan Pemdes Seruni Mumbul telah mengambil langkah strategis serta tetap berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah maupun pusat,” katanya.(Kusmiardi).

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.