Berbagi Berita Merangkai Cerita

Demokrat Tetap Ngotot PT Pilpres Nol Persen

0 11

MATARAM, DS – Wakil Ketua DPP Demokrat,  Muhamad Jafar Hafsah, menegaskan, partainya akan terus berjuang di DPR agar ambang batas pencalonan presiden bisa mencapai nol persen.  Menurutnya, saat ini belum ada hasil dari pemilihan legislatif 2019, tetapi sudah harus menetapkan ambang batas. Sehingga, sejumlah partai besar akan tetap berupaya menjegal partai kecil jika tetap bertahan pada angka 20 persen mengenai ambang batas pencalonan presiden.

 

“Sungguh sulit dimengerti kalau ada partai yang memaksakan presidential threshold dalam Pilpres 2019. Celakanya Presiden Jokowi pun justru juga ikut bersikeras mendukung PT 20 persen itu,” kata Jafar saat menghadiri pelantikan pengurus DPD Demokrat NTB di eks Bandara Selaparang, Kamis (20/7).

 

Pihaknya beralasan putusan Mahkamah Konstitusi, konsekuensi dari putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 14/PUU-XI/2013 yang menyatakan bahwa pada Pemilu 2019, Pilpres dan Pileg dilaksanakan serentak, maka secara otomatis ambang batas pencalonan presiden hilang atau 0 persen.

 

Lebih dari itu, menurutnya, dukungan sebesar 20 persen dari partai yang memiliki kursi di DPR berdasarkan suara pemilu legislatif 2014 juga sangat tidak relevan lagi.

 

Selain itu, lanjut Jafar, tidak ada rasionalitasnya untuk digunakan kedua kali hasil Pileg 2014 dalam Pilpres berikutnya di tahun 2019 dan dapat dipastikan dalam setiap lima tahun, peta kekuatan politik sudah berubah.

 

“Sekali lagi ingat 2019 jelas pemilu serentak, bukan saja logika yang bisa rusak, hukumpun telah dilanggar dengan tetap paksakan PT 20 persen,”ujar Didi.

 

Ia menambahkan, para anggota Fraksi Demokrat DPR RI tetap berupaya berjuang melobi parpol lainnya agar bisa menyetujui PT nol persen dalam Pilpres tahun 2019.

 

“Alhamdulilah, dari lobi-lobi kami, sudah ada sejumlah parpol di DPR yang sepaham dengan Demokrat. Kami minta doa masyarakat NTB agar PT nol persen bisa gol dalam paripurna kali ini,” tandas Jafar Hafsah.fahrul

Leave A Reply