Berbagi Berita Merangkai Cerita

Demokrat NTB Solid Dampingi AHY ke Menkumham

51

FOTO. Ketua DPD Demokrat NTB, TGH Mahally Fikri (kanan) saat mendampingi Ketua Umum AHY bersama 33 Ketua DPD Demokrat di Indonesia.

MATARAM, DS –  Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat NTB, TGH Mahally Fikri kembali menegaskan kesetiaannya kepada Ketua Umum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dalam prahara Kongres Luar Biasa (KLB) yang telah menetapkan Moeldoko.

Kesetiaannya itu dia buktikan dengan mendampingi langsung AHY ke Kantor Kementerian Hukum dan HAM (Kemenhumkam) sebagai bentuk penolakan terhadap KLB yang akhirnya memutuskan Moeldoko sebagai Ketua Umum Demokrat.

Adapun kedatangan AHY, didampingi oleh 34 DPD Demokrat se-Indonesia, salah satunya dari NTB. AHY beserta jajarannya berangkat dari Gedung DPP PD, Menteng, Jakarta Pusat, ke Kemenkumham Senin (8/3) pukul 10.15 WIB.

Sebelum berangkat, AHY sempat orasi di atas mobil untuk menyapa para kader yang ikut mendukungnya.

“Para kader partai Demokrat yang saya cintai dan banggakan. Saya mengucapkan terima kasih dan terharu melihat kehadiran kader dan simpatisan Partai Demokrat dari berbagai daerah,” ucap AHY, kepada para kader.

Kepada wartawan, Mahally mengatakan bahwa dia dan 33 Ketua DPD lainnya sudah menyerahkan berkas tanda kesetiaan kepada Ketua Umum AHY, begitu juga 514 Ketua DPC yang ada di Indonesia.

“Saya jelaskan ke Ketum, kami di NTB satu suara dan sepakat bersama Pak Ketua Umum AHY, kami rela berkorban untuk ketua umum kami. Kami siap beriuq anyong dan saling sendok (kami siap tetap teguh, patuh dan setia  dalam kondisi apapu pada partai Demokrat, Pak SBY dan Ketum AHY lahir dan bathin),” tegas Mahally dalam siaran tertulisnya, Senin (8/3).

Menurut Ketua Fraksi Demokrat DPRD NTB itu, yang berkumpul di DPP ini hanya ketua DPD Demokrat, sedangkan ketua DPC tidak ikut dalam pertemuan bersama ketua umum tersebut.

“Kami pengurus DPD di provinsi saja, ketua DPC tidak ikut. Yang jelas kami tak akui KLB di Sibolangit, ketua Umum kami hanya mas AHY,” ujar Mahally.

Meski semua pengurus DPD dan DPC Demokrat NTB tetap setia pada kepemimpinan AHY. Namun ia tak memungkiri bahwa ada mantab pengurus Demokrat NTN yang ikut menghadiri KLB tersebut, namun dia memastikan mereka yang disinyalir ini akan mendapatkan sanksi tegas.

“Ada, tapi nanti ya. Pastinya, mereka bukan bagian dari kami,” tandas Mahally Fikri. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.