Berbagi Berita Merangkai Cerita

Demokrat Kalah pada Lima Pilkada Serentak di NTB

205

//FOTO. Ketua DPD Demokrat NTB TGH Mahally Fikri bersama Sekretaris DPD Zainul Aidy dan seluruh Ketua DPC se-NTB menyatakan setia dan solid mendukung kepemimpinan AHY selaku Ketua Umum DPP Demokrat (FOTO. RUL/DS)

MATARAM, DS – DPD Demokrat Provinsi NTB menggelar rapat evaluasi kinerja internal partai, khususnya di tingkat daerah menyusul kekalahan pada lima Pilkada Serentak pada 9 Desember tahun 2020.

Rapat yang dipimpin Ketua DPD Demokrat NTB TGH Mahally Fikri bersama Sekretaris DPD Zainul Aidy dihadiri seluruh ketua DPC se-NTB bersama anggota Fraksi Demokrat DPRD NTB berlangsung di kantor DPD Demokrat di Mataram, Jumat (5/2).

Ketua DPD Demokrat NTB, TGH Mahally Fikri mengatakan, rapat evaluasi ini adalah upaya pihaknya untuk mengetahui akar masalah dan kendala yang dihadapi para kader partai selama perhelatan Pilkada Serentak tahun lalu.

Menurut dia, kendati partai Demokrat tidak memperoleh hasil ideal alias kurang beruntung. Namun pihaknya berbangga terhadap soliditas kader partai yang terlihat solid bergerak dan nyata berjuang mengamankan putusan partai yang merekomondasikan paslon kepala daerah di enam Pilkada yang di ikuti Partai Demokrat.

“Kecuali KSB yang kita memang tidak mengusung calon bupati dan wakil bupati. Untuk enam daerah itu, kami puas dengan hasil suara partai yang naik signifikan bila dibandingkan suara partai di Pemilu sebelumnya,” kata Mahally pada wartawan usai  rapat evaluasi Pilkada Serentak 2020 di Kantor DPD Demokrat NTB di Mataram, Jumat Sore (5/2).

Ketua Fraksi Demokrat DPRD NTB itu mengungkapkan, dari enam wilayah yang diikuti partainya, hanya satu paslon bupati dan wakil bupati di Kabupaten Bima yang berhasil diantarkan kemenangannya.

Sedangkan, lima wilayah lainnya, Partai Demokrat kalah dari paslon yang diusung parpol lainnya. “Tapi, kami bangga, tiga kader Demokrat di Lombok Tengah, Kota Mataram dan KLU, raihan suaranya naik signifikan,” tegas Mahally.

Terkait kekalahan Najmul Akhyar yang notabenanya adalah Cabup Petahana di KLU. Menurut Mahally, hal itu angsih bukan karena kader partai yang tidak solid bergerak. Namun dari hasil laporan kader serta pantauan langsung DPD, justru ada faktor lain yang menjadi pemicunya.

“Di survei memang sejak awal Pak Najmul unggul. Tapi di sisa seminggu menjelang pencoblosan ada faktor x yang tidak bisa saya sebutkan menjadi pemicunya. Biarkan faktor x itu menjadi konsumsi internal kami untuk kita lakukan perbaikan kedepannya,” jelas dia.

Ia memastikan, kekalahan di ajang Pilkada bagi Demokrat merupakan sasaran antara untuk melakukan perbaikan dan konsolidasi organisasi menjelang Pemilu 2024.

Mahally menambahkan, jika melihat trend suara paslon yang diusung partainya, pihaknya optimis manakala Pemilu kedepan Demokrat akan bisa bersinar dan lebih baik dari pemilu sebelumnya.

“Insya Allah, target kita untuk merebut kursi pimpinan DPRD NTB seperti Pemilu sebelumnya, kok saya yakin akan bisa. Ini dibuktikan kader kita solid dan tidak ada penghianatan saat Pilkada Serentak lalu,” tandas Mahally.

Terkait sangsi pada Ketua DPC dan jajarannya yang kalah di Pilkada lalu. Ia memastikan, tidak ada langkah pemecatan atau sangsi berat lainnya terhadap kekalahan Demokrat di Pilkada NTB lalu.

“Saya pastikan enggak ada pemecatan. Karena saya lihat langsung militansi kader berjuang kok. Yang penting kita sudah ikhtiar dan soal hasil itu adalah rahasia Allah SWT,” pungkas TGH. Mahally Fikri. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.