Menu

Mode Gelap

Politik · 26 Sep 2019 18:49 WITA ·

Demo Mahasiswa di Mataram, Aktifis 98 Turun Gunung


					Demo mahasiswa dan dosen di depan Gedung DPRD NTB Perbesar

Demo mahasiswa dan dosen di depan Gedung DPRD NTB

Kantor DPRD NTB yang biasanya lengang, pada Kamis (26/9) nampak riuh. Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Pulau Lombok tumpah ruah di depan Gedung DPRD

Fahrul Mustofa – Mataram

Aksi Demo yang dilakukan mahasiswa ini masih dalam agenda yang sama, yaitu menuntut pembatalan sejumlah revisi undang-undang (RUU) yang dianggap bermasalah. Menariknya, aksi yang berlangsung sekitar pukul 09.00 Wita hingga Pukul 17.30 Wita itu juga diikuti oleh para dosen di Fakultas Hukum Universitas Mataram (Unram) yang juga aktifis 1998. Diantaranya, Joko Jumadi dan Widodo Dwi Putro. Kedua pengajar tetap di PTN terkemuka di NTB itu berbaur bersama mahasiswa ikut menyuarakan aspirasi mereka.

Dalam orasinya, Widodo menyebut bahwa DPR harus keluar menemui dan mendengarkan aspirasi massa. “DPR adalah rumah rakyat, jadi jangan halangi rakyat masuk gedung rakyat,” ungkap Widodo dalam orasinya.

Tak hanya dosen, sejumlah pelajar STM di Kota Mataram,  ikut bergabung dalam aksi unjuk rasa mahasiswa. Mereka berunjuk rasa menolak revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) dan UU KPK di depan Gedung DPRD NTB.

Namun tak lama, muncul lemparan batu dari luar kelompok pelajar STM maupun massa mahasiswa. Entah siapa yang memicu aksi pelemparan batu tersebut karena sebelumnya demonstran sepakat untuk tidak berbuat anarkis.

Karena adanya lemparan batu dari luar massa aksi, petugas kepolisian yang melakukan pengamanan di depan gedung DPRD NTB langsung menembakkan gas air mata ke arah massa. Hal itu memicu aksi saling balas hingga beberapa orang di antara massa aksi yang bukan dari kalangan mahasiswa diamankan petugas kepolisian.

Setelah berhasil diamankan, sekitar sepuluh menit kemudian massa aksi kembali tertib dan menyayangkan terkait adanya pelemparan batu tersebut. Untuk mengendalikan keamanan, petugas Kepolisian mengerahkan water canon di depan gerbang Gedung DPRD NTB. Satu peleton pasukan dari Brimobda NTB kembali melakukan pengamanan di barisan depan pagar Gedung DPRD NTB.

1000 Personil

Adapun jumlah personel kepolisian yang diterjunkan untuk mengamankan demo sebanyak 1.000 personil. “Untuk pengamanan, kami terjunkan 1.000 personel,” ujar Kepala Bagian Operasional Polres Mataram Kompol Taufik.

Aksi unjuk rasa itu terpantau tiga kali berjalan ricuh dan anarkis. Kericuhan pertama, dipicu oleh penghadangan aparat kepolisian saat mahasiswa berusaha masuk ke gedung DPRD. Masa berhasil menembus kawat berduri hingga terjadi aksi saling dorong dengan polisi yang berjaga. Polisi kemudian mengambil tindakan tegas dengan menembakkan gas air mata.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Purnama menyebutkan, penembakan gas air mata dilakukan karena massa sudah bergerak dan ingin merusak fasilitas.

“Tadi penembakan air mata, karena masa sudah mulai ingin merusak fasilitas,” ungkap Purnama seraya  menghimbau  agar masa tetap tertib dalam menyampaikan aspirasi.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Jelang Pilkada Serentak 2024, M16 Prediksi Golkar, Gerindra dan PDIP NTB Sulit berpisah Jalan

21 Mei 2022 - 16:59 WITA

PPP NTB Siap Jadi Pemenang Pileg 2024

18 Mei 2022 - 17:49 WITA

Soal Pelayanan Mudik 2022, Puan Maharani Apresiasi Kerja Pemerintah dan TNI-Polri

17 Mei 2022 - 17:11 WITA

Isu Caleg Impor, Mik Sudi : Masyarakat Sudah Cerdas Pilih Wakil Terbukti Kerjanya

17 Mei 2022 - 07:03 WITA

Puan: Waisak Momentum Refleksikan Pentingnya Saling Membantu dan Menjaga Kerukunan

16 Mei 2022 - 17:47 WITA

Penuhi Kriteria Pemimpin, Masinton : Mbak Puan Ditempa Sejarah dan Waktu Sejak Remaja

16 Mei 2022 - 17:44 WITA

Trending di Politik