Demo di Kantor Desa Aikmel Berujung Ricuh, Warga Tuntut Kades Mundur

Demo di Kantor Desa Aikmel

SELONG, DS- Ratusan warga Desa Aikmel, Kecamatan Aikmel, melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Desa setempat, Rabu (24/05). Aksi warga ini merupakan tindak lanjut dari aksi sebelumnya yang menuntut transparansi penggunaan anggaran desa dan mendesak kades untuk mengundurkan diri.

Meski mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian, warga tetap ngotot menerobos masuk ke dalam kantor desa. Ketika situasi semakin memanas, bentrok antara warga dan petugas tak terhindarkan. Warga sempat melempar kantor desa menggunakan botol gelas dan batu. Petugas mengambil tindakan tegas dengan cara membubar paksa kerumunan warga.

“Kami minta supaya kades segera mundur dari jabatannya. Soalnya tidak ada satu pun janji politik yang telah dijanjikan ke masyarakat tidak pernah ada yang dipenuhi. Salah satunya masyarakat dijanjikan akan digratiskan air PAMDes termasuk juga jalan – jalan mau diperbaiki namun buktinya warga harus bayar,” kata salah seorang warga, Solihin.

Dia menuding anggaran desa dengan nilai ratusan juta rupiah yang didapatkan dari hasil sewa sejumlah aset desa tidak jelas penggunanya.

“Semua aset desa telah digadaikan. Tapi tidak jelas uangnya ke mana. Bahkan BPD pun juga tidak tahu, ” beber Solihin. “Kalau tidak jujur lebih baik mundur dari jabatannya,”sambungnya.

Sementara itu Kepala Desa Aikmel, Sunarno, belum bisa berkomentar menyikapi aksi dan tuntutan yang disampaikan oleh warga. Namun, Sekdes Aikmel, Muhammad Putradi Zaky, mewakili pemerintah desa setempat membantah berbagai tuduhan yang disampaikan oleh warga.

Terkait dengan anggaran desa yang dipertanyakan warga, kata Putradi, baik itu sewa tanah pecatu, dana BUMDes termasuk juga sewa pesanggarahan semuanya telah dimasukkan ke rekening desa menjadi pendapatan resmi desa.

“Dan itu juga sudah kita jelaskan ke warga. Jadi semua uang tersebut telah masuk ke rekening desa. Dan itu juga diketahui oleh bendahara,” ungkapnya.

Terpisah, Kapolsek Aikmel, AKP I Made Sutama, mengatakan pihaknya hanya sebatas melalukan pengamanan Jalannya unjuk rasa. Dia mengakui aksi warga sempat berlangsung tegang. Dimana petugas berupaya menghalau warga untuk tidak berbuat anarkis dan melakukan pengerusakan.

“Untuk pengamanan sendiri kita minta bantuan dari personil Polres. Petugas langsung kita siagakan di depan pintu masuk kantor desa untuk mengantisipasi jangan sampai warga berbuat anarkis. Namun karena ada warga yang melempar akhirnya kita bubarkan dan kita minta mereka untuk pulang, ” ujar Sutama.

Untuk mengantisipasi terjadinya hal- hal yang tidak diinginkan terutama kemungkinan akan ada aksi susulan lanjut Sutama pihaknya telah menjalin koordinasi dengan berbagai pihak terkait terutama dengan Pemerintah kecamatan meminta supaya apa yang dipersoalkan oleh warga bisa diselesaikan dengan cara yang baik dan musyawarah .

Mereka pun berencana akan mengundang kedua belah pihak. Baik itu dari pemerintah desa termasuk juga perwakilan dari desa untuk di mediasi di kantor camat.

” Dan kita pastinya tetap akan melakukan pengamanan di kantor desa. Berkaitan dengan kerusakan, pemerintah desa sedang berfikir apakah akan melapor atau tidak. Yang jelas kita terus menghimbau masyarakat supaya tetap menjaga kondusifitas jangan sampai berbuat anarkis,” imbuhnnya.li

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.