Berbagi Berita Merangkai Cerita

DELEGASI ASEAN TERTARIK POLA KPH DI NTB

0 6

MATARAM,DS-Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH., M.Si, membuka 13th Asean Working Group on Forest Management (AWG-FM) di Hotel Sheraton Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, Selasa, (23/5/2017).

Dalam forum ini para delegasi dari negara-negara Asean yang terdiri dari para ahli kebijakan kehutanan internasional menyoroti pola pengelolaan hutan NTB melalui Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) yang dinilai sangat berhasil.

KPH adalah membangun hutan negara dengan konsep pengelolaan berbasis teritorial/kawasan, administratif agribisnis atau berbasis komoditas. Pola ini dinilai mampu memberi ruang dan kesempatan bagi para pemangku kepentingan agar dapat memperoleh manfaat secara optimal dari hutan dengan tetap menjaga kelestariannya.

Saat membuka forum kelompok kerja kehutanan tingkat Asean tersebut, Wagub menyampaikan selamat datang dan ucapan terima kasih kepada seluruh delegasi dari 10 negara yang telah hadir di NTB. Ia berharap diadakannya kelompok kerja Asean untuk pengelolaan Hutan (AWG-FM) di Sheraton Senggigi akan memberikan dampak positif terhadap pengelolaan hutan di NTB dan dunia pada umumnya.

Wagub menjelaskan Provinsi NTB saat ini telah membentuk 11 unit KPH yang mencakup kawasan hutan seluas 898.087,43 Ha, terbagi menjadi 449.141,35 Ha hutan lindung dan 448.946.08 Ha hutan produksi. Hal tersebut sesuai dengan keputusan Menteri Kehutanan Nomor 337 tahun 2009. Selain itu, ada juga hutan konservasi dalam bentuk Taman Nasional dan KPH Konservasi, dengan seluas 173.636,40 Ha, total kawasan hutan di Provinsi NTB sekitar 1.071.722,83 Ha.

“NTB merupakan yang terdepan dan maju dalam pengelolaan KPH di Indonesia,” paparnya. Menurutnya sistem KPH memiliki kelebihan, karena lebih fokus dan menjurus ke urusan inti hutan.

“KPH di NTB mampu dijalankan dengan baik, melibatkan pemangku kepentingan hutan, penegakan hukum dalam memberantas pembalakan liar, penyelesaian konflik tenurial, membangun kemitraan produktif dengan masyarakat yang telah diinternalisasi ke dalam program pengelolaan KPH,” kata Wagub. Hms/r.rabbah

Leave A Reply