Berbagi Berita Merangkai Cerita

DEKRANASDA NTB KAMPANYEKAN SEMANGAT BERWIRAUSAHA

0 12

JAKARTA,DS-Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (DEKRANASDA) Provinsi NTB, Hj. Erica Zainul Majdi hadir
di Kantor Dekranas “Rumah Kriya Asri” Cilandak Timur, Jakarta Selatan, Jumat siang (8/9-2017). Kehadiran ketua Dekranasda yang juga istri Gubernur NTB tersebut adalah dalam rangka memaparkan program kerja Dekranasda Provinsi NTB sebagai bagian dari penjurian Dekranas Award Pembina Teladan Tahun 2017.

Hj. Erica menegaskan bahwa Dekranasda NTB bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh stakeholder terkait lainnya, terus mendorong peningkatan semangat dan mental wirausaha
dikalangan generasi muda dan masyarakat NTB.

Menurutnya, tantangan terbesar untuk Dekranasda NTB saat ini adalah masalah mindset atau sikap mental. Mental yang dimaksud Hj. Erica adalah mental usaha. Disebabkan cita – cita pertama anak-anak NTB, menurutnya adalah menjadi PNS. Sehingga membuat jiwa enterpreuner menjadi kurang berkembang.

Hj. Erica juga memaparkan bahwa Pendapatan NTB dari sektor pemerintahan hanya 6 %. Sementara pendapatan dari industri kreatif mencapai 12,5%. Hal inilah yang membuat istri Gubernur NTB tersebut merasa perlu untuk terus mengkampanyekan enterpreunership. “Karenanya, Dekranasda NTB mempunyai program go to school, program go to campus,” ujarnya sembari menegaskan bahwa para pengerajin yang sudah jelas-jelas berhasil, pendapatannya tinggi, punya nama di nasional maupun di internasional terus didorong dan dilibatkan untuk memotivasi anak – anak agar nemiliki mental wirausaha yabg baik.

Disamping program tersebut, Dekransda NTB juga secara rutin mengundang wirausahawan muda yang sukses. Diantaranya pada tahun 2016, Dekranasda NTB bekerja sama dengan 3 desainer Indonesia membawa tenun lombok menuju New York Fashion Week. Di tahun 2017, Dekranasda NTB sudah menggandeng Sari Ayu dalam hal warna kosmetik bertema Lombok dan Tambora.

Target Dekranasda NTB, tiap tahun harus ada headline Kompas tentang kepala negara memakai tenun NTB. Target itu mampu terpenuhi dimulai pada tahun 2016 saat Presiden Jokowi datang
pada perayaan (Hari Pers Nasional) HPN 2016, kemudian di tahun 2017 pada pembukaan MTQ Nasional.“Ini merupakan pelajaran berharga buat kami, karena sekarang jika orang mencari
tenun, mereka bilangnya ‘TENUN JOKOWI’ dan ini sangat strategis,” ujarnya.hms

Leave A Reply