Berbagi Berita Merangkai Cerita

Dekranasda NTB Dorong Digitalisasi Pemasaran Produk Kerajinan

26

FOTO. Ketua Dekranasda NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah (kiri) saat melihat produk kerajinan gerabah pengerajin Desa Penakak, Kecamatan Masbagik, Lotim.

LOTIM, DS – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mendorong industri kreatif di NTB, terutama sektor kerajinan untuk mulai memanfaatkan teknologi digital dalam melakukan pemasaran.

Langkah tersebut dalam upaya meningkatkan daya saing produk kerajinan NTB dan meningkatkan ekspor produk kerajinan.

“NTB ini banyak potensinya, karena keunggulan kita adalah kearifan lokal yang banyak dan berbeda dengan daerah lainnya di Indonesia,” kata Bunda Niken saat mengunjungi sentra kerajinan gerabah di Desa Penakak, Kecamatan Masbagik, Lombok Timur, Kamis Petang (18/2).

Menurut dia, pada masa pandemi seperti saat ini, digitalisasi pasar kerajinan merupakan sebuah keharusan. Apalagi, Provinsi NTB telah memiliki NTB Mall yang merupakan wadah bagi para pengerajin dan UMKM sebagai marketplace kreasi untuk para pelaku industri kecil harus mulai terlibat dalam perubahan teknologi yang pesat.

“Kita harapkan, para pengerajin dan UMKM kita termasuk yang ada di Lombok Timur harus ikut terlibat memanfaatkan NTB Mall. Ini agar kita tidak hanya menjadi penonton pasif pada era digitilisasi saat ini,” ujar Bunda Niken.

Ketua TP PKK NTB itu menuturkan, kedatangannya ke sejumlah sentral kerajinan di Lotim. Diantaranya Desa Penakak, Suradadi hingga Desa Tete Batu Selatan, tidak lain untuk melakukan inventarisasi dan mendata semua kerajinan yang ada di wilayah Kabupaten Lombok Timur.

Hal ini agar pihaknya bisa mudah melakukan data base pengerajin, sehingga ada kerjasama dengan semua OPD lingkup pemprov NTB dan kabupaten/kota.

“Sengaja kita sisir semua pengerajin dan UMKM agar semua potensi kerajinan NTB bisa kita bantu membina sekaligus memasarkannya melalui satu aplikasi yang terintegrasi seluruhnya. Yakni, NTB Mall, ” jelas Bunda Niken.

“Jadi, dengan NTB Mall itu, kita ingin semua pengerajin yang tersebar di desa, kecamatan dan kabupaten/kota bisa masuk kedalamnya,” sambungnya.

Saat ini, pada NTB Mall sendiri, sudah ada sebanyak 180 pelaku usaha yang telah terdaftar lapaknya. Ditargetkan, ada 1.000 lebih UMKM bisa terjaring hingga akhir tahun 2021.

Apalagi, untuk pendaftaran, UMKM hanya perlu datang ke admin NTB Mall di Dinas Perdagangan NTB. Bisa juga melalui aplikasi yang saat ini sedang proses penyempurnaan. Nantinya, UMKM akan diberikan pelatihan mengelola aplikasinya sendiri.

”Kita harapkan, pengerajin dan UMKM di Lotim bisa menjadi admin di lapaknya sendiri. Bisa juga memanfaatkan karyawan yang lebih paham soal IT. Atau meminta kami untuk handle lapaknya. Seluruh proses foto produk, kemasan, dan lainnya akan dibuat semenarik mungkin. Biayanya pun akan menyesuaikan kemampuan yang bersangkutan,” jelas Sekretaris Dinas Perdagangan NTB Baiq Nelly Yuniarti saat diminta Ketua Dekranasda NTB menjelaskan progres NTB Mall pada para UKM, kemarin.

Nelly mengatakan, NTB Mall bisa menjadi batu loncatan produk UMKM NTB melebarkan sayap. Karena target pasarnya tak hanya bagi warga NTB saja, melainkan juga ke Asia Tenggara. Dijangkau dengan sistem cash on delivery (COD) ekspor. Dengannya UMKM tak perlu takut penipuan pembeli.

”Kita ingin menaikkan kelas UMKM lokal setara Internasional. menaikkan profit dan omzet UMKM pasca terdampak Korona,” ujarnya.

Membangkitkan perekonomian, pihaknya juga membuka lapangan pekerjaan melalui Jadi Pengusaha NTB. Di sini, pengusaha baru mengambil peran sebagai reseller produk terjual di NTB Mall. ”Dari sini, semua bisa terberdaya. Ada pasif income bagi pengusaha baru, sekaligus penjualan produk UMKM bisa makin banyak terjual. Sekali lagi, semua ini gratis oleh pemda,” kata Nelly.

NTB Mall juga eksis secara offline atau toko. UMKM bisa memamerkan produknya bergilir selama dua pekan. Bekerja sama dengan Dinas Pariwisata NTB, nantinya wisatawan diagendakan mengunjungi toko NTB Mall. ”Secara online, komisi didapatkan penjual dan reseller atau para pengusaha baru. Untuk offline, komisi diberikan untuk guide,” tandas Nelly. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.