Berbagi Berita Merangkai Cerita

Jatah PTSL Lotim Turun Gara-gara Pandemi

74

Kepala BPN Lotim ketika menerima sejumlah kades

SELONG, DS – Jatah Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kabupaten Lombok Timur menurun drastis dibanding tahun sebelumnya. Tahun 2021 ini, Badan Pertanahan Nasional (BPN) hanya mengalokasikan 10 ribu sertifikasi bidang tanah untuk Lombok Timur.

“Sebenarnya saya usulkan 100 ribu tahun ini. Saya ingin cepat menyelesaikan Lombok Timur ini,” ujar Kepala BPN Lombok Timur, Lalu Mandra Prawiranegara.

Alokasi tersebut juga diprioritaskan untuk menyisir desa-desa yang belum lengkap pada tahun-tahun sebelumnya. Karena PTSL mentargetkan adanya desa lengkap, kecamatan lengkap, kabupaten lengkap hingga lengkap secara nasional. Artinya, dalam satu desa tidak boleh ada lahan yang tidak tersertifikasi.

Pemangkasan alokasi PTSL tidak hanya terjadi di tahun ini. Namun juga berlaku pada tahun 2020. Dimana jumlah alokasi yang diberikan pemerintah mencapai 65 ribu.

“Tahun 2020 sebelum Covid sebenarnya 65 ribu. Begitu Covid, dipangkas oleh pemerintah. Sehingga kami hanya menyelesaikan 29 ribu,” terangnya.

Dalam perhitungan BPN, lahan di Lombok Timur dapat tersertifikasi lengkap apabila pemerintah mengalokasikan 100 ribu sertifikat pertahun. Tentunya mengacu pada target sertifikasi seluruh bidang tanah pada tahun 2025.

Namun alokasi 10 ribu sertifikat di tahun 2021 saja harus diprioritaskan desa-desa yang belum lengkap.”Kita disuruh sisir yang bolong-bolong di tahun-tahun sebelumnya,” tutur Mandra.

Namun ada yang baru di tahun 2021 ini yakni adanya alokasi khusus untuk Usaha Kecil Menengah (UKM) dan nelayan. Sebelumnya, PTSL hanya dialokasikan untuk desa-desa yang telah terdata.

“Yang UKM 300, dan nelayan 500 bidang. Tidak terpatok pada 1 desa,” pungkasnya. Dd

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.