Menu

Mode Gelap

Ekonomi · 14 Jun 2022 15:51 WITA ·

Dari Limbah Nenas, Produk Aisyah Mampu Tembus Pasar Eropa


					FOTO. Inilah Founder Pinallo, Siti Aisyah (kanan), yang sudah mampu produknya menembus pasar Eropa. (FOTO. RUL/DS). Perbesar

FOTO. Inilah Founder Pinallo, Siti Aisyah (kanan), yang sudah mampu produknya menembus pasar Eropa. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Pinallo, salah satu Industri Kecil Menengah (IKM) yang mengolah limbah daun nanas menjadi produk berkualitas tinggi di NTB dengan pemberdayaan masyarakat lokal. Dalam proses produksinya, Pinallo telah memperoleh program pemberdayaan masyarakat lokal melalui bantuan mesin ekstraksi serat daun nenas di tahun 2020-2022 yang dilakukan PLN Wilayah NTB.

Pinallo yang memeroleh bantuan peralatan mampu mengolah limbah daun nenas menjadi produk berkualitas tinggi di NTB.

Founder Pinallo, Siti Aisyah, mengatakan hingga kini produk yang dihasilkan IKM miliknya tidak saja dinikmati oleh pangsa pasar dalam negeri, seperti Jawa, Sulawesi dan Bali. Namun sudah diekspor hingga benua Eropa, seperti Italia Slovenia, dan Belanda.

Menurut dia, produk dari Pinallo pun juga sangat variatif, seperti dompet, tas, jaket, pouch, baju dan beberapa produk lainnya. Semua produk tentunya dihasilkan dengan kualitas terbaik.

“Omset Pinallo ini sendiri saat ini kurang lebih Rp 25 juta per bulan. Terima kasih kepada PLN yang telah memberikan bantuan berupa mesin ekstraksi yang sangat membantu dalam proses pengolahan sampah organik ini,” kata Aisyah pada wartawan, Selasa (14/6).

Ia mendaku, selain untuk mengolah limbah organik secara tepat guna, keberadaan Pinallo ini mampu menyerap tenaga kerja, terutama para ibu untuk membuat produk dari serat daun nanas. Apalagi, Pinallo telah memberikan peluang kerja bagi sekitar 18 orang ibu di sekitar Kabupaten Lombok Tengah.

Aisyah juga berharap kolaborasi dengan PLN dapat terus ditingkatkan, untuk membuat terobosan membangun IKM baru dan juga mengembangkan IKM yang telah terbentuk, dengan memanfaatkan produk lokal dan juga dari limbah organik.

“Ke depan, semoga lebih banyak IKM naik kelas, tidak hanya berjaya di nusantara namun juga menembus pasar dunia yang lebih besar lagi,” ujar Aisyah.

Sementara itu, Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum PLN NTB, Refa Purwati, mengatakan, bantuan berupa mesin ekstraksi ini sendiri telah diberikan sebanyak dua kali.

Tujuannya tentu saja untuk membuat proses produksi pengolahan limbah daun nanas menjadi lebih efektif dan efisien, apabila dibandingkan dengan cara sebelumnya yang masih manual.

“Tentunya, kami harus mengambil peran dalam membantu upaya pemerintah untuk mengembangkan IKM yang ada di NTB. Dan ini adalah salah satu bentuk dukungan yang bisa kami berikan,” kata Refa dikonfirmasi terpisah.

Sebelumnya, di tahun 2020, PLN NTB memberikan bantuan berupa mesin ekstraksi serat nanas senilai Rp 110 juta. Seiring dengan perkembangan dari permintaan hasil Pinallo yang semakin meningkat, di tahun 2022 PLN kembali menyerahkan bantuan berupa mesin yang sama, senilai Rp 200 juta. RUL.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Gawe Gubuk Desa Truwai Lombok Tengah Bikin Heboh

21 Juni 2022 - 17:14 WITA

Jelang Idul Adha,Bisnis Kambing Merebak

16 Juni 2022 - 15:38 WITA

Sekda NTB Serahkan Santunan BPJamsostek Pegawai Non ASN BPSDM

15 Juni 2022 - 15:39 WITA

Babinsa Dikerahkan, Pantau Harga Minyak Goreng di Klungkung

13 Juni 2022 - 18:14 WITA

MXGP Pacu Pertumbuhan Investasi Daerah

13 Juni 2022 - 17:52 WITA

Ini Pesan Gubernur KE Pengurus Pusat Asosiasi Perusahan Pekerja Migran Indonesia

9 Juni 2022 - 17:54 WITA

Trending di Ekonomi