Berbagi Berita Merangkai Cerita

Dapodik Tingkatkan Akreditasi, Tapi Perkecil Peluang dapat Bantuan Dana

18

SELONG, DS – Masih banyak sekolah di Lombok Timur yang mengaku belum mendapat bantuan, ditengah besarnya gelontoran dana alokasi khusus (DAK) dari Kementerian Pendidikan. Hal ini rata-rata dikeluhkan oleh sekolah yang masih kondisi kurang memadai. Justru DAK tersebut digelontorkan kepada sekolah-sekolah yang kondisinya jauh lebih baik.

Menanggapi hal ini, Kepala Bidang SMP, Dikbud Lombok Timur, Drs. Usman mengatakan penentuan penerima DAK tidak bisa dipersalahkan sepenuhnya kepada pemerintah pusat. Karena pemerintah pusat mengacu pada data pokok pendidikan (Dapodik) yang diinput oleh sekolah itu sendiri.

Menurut Usman, adanya sekolah-sekolah yang tidak mendapat bantuan pusat, bisa dikarenakan input data ke dapodik tidak sesuai dengan kondisi real sekolah. Padahal dapodik menjadi salah satu instrumen yang digunakan pemerintah pusat untuk menentukan prioritas penyaluran bantuan untuk bangun baru, maupun rehab.

“Kadang ruang kelasnya kurang, laboratorium dipakai jadi ruang kelas. Dan lab itu diinput jadi ruang kelas di dapodik. Ruang kelas dengan rombelnya jadi sama. Tidak mungkin dapat. Karena sudah dianggap cukup. Padahal memungkinkan dia dapat bantuan ruang kelas,” katanya mencontohkan.

Dikatakan lebih lanjut, mengisi Dapodik dengan cara tersebut akan berdampak pada peningkatan nilai akreditasi sekolah. Namun, juga berimbas sebagai bahan pertimbangan pusat untuk menentukan penerima bantuan.

Ia pun mengklaim, Dikbud Lotim telah mengusulkan sebanyak-banyaknya sekolah di Lombok Timur untuk mendapatkan bantuan. Namun dengan kondisi demikian, aplikasi KRISNA yang terintegrasi dengan data dari Dapodik, secara otomatis menyortir sekolah-sekolah yang kondisinya baik.

Aplikasi KRISNA (Kolaborasi Perencanaan dan Informasi Kinerja Anggaran), merupakan aplikasi e-planning yang diinisiasi oleh tiga Kementerian. Yaitu Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Keuangan, dan Kementerian PAN RB.

“Kita melihat kondisi di lapangan, semua kita usulkan. Tapi, ketika masuk ke aplikasi KRISNA yang langsung terkoneksi ke aplikasi Dapodik. Yang tidak singkron, otomatis terhapus,” terangnya.

Sementara terkait sekolah terdampak gempa, yang hingga saat ini masih dalam kondisi rusak, dikatakan semuanya telah mendapat bantuan dari pemerintah pusat. Namun, besaran bantuan tersebut diakui belum bisa digunakan untuk menuntaskan seluruh pembangunan.

“Sudah banyak yang dapat. Memang masih ada yang belum. Sebenarnya, rata-rata sudah kena sekolah itu. Cuma belum tuntas,” tandasnya. Dd

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.