Berbagi Berita Merangkai Cerita

Dansatgas Pamtas Yonif 742/SWY Minta Prajurit TNI Gugah Kesadaran Maayarakat di Perbatasan Indonesia

37

FOTO. Pangdam IX/Udayana saat memimpin serah terima Satgas Baru Pamtas RI-RDTL di Lapangan Mako Utama TNI AL VII Kupang, Provinsi NTT. (FOTO. HUMAS KOREM WIRABHAKTI/DS).//

MATARAM, DS –  Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak memimpin upacara penerimaan Satgas baru Pamtas RI-RDTL Yonif 742/SWY, Yonarmed 6/3/Kostrad, dan Satgas Intel di Lapangan Mako Utama TNI AL VII Kupang, Provinsi NTT, Kamis (4/3).

Usai apel itu, masing-masing Satgas Pamtas direncanakan menuju lokasi sesuai pembagian tugasnya. Yakni,  di sektor timur maupun sektor barat.

Komandan Yonif 742/SWY Mayor Inf Bayu Sigit Dwi Untoro selaku Dansatgas Pamtas RI-RDTL dalam siaran tertulisnya, Kamis (4/3), mengatakan apa yang disampaikan Pangdam IX/Udayana dalam amanatnya bahwa Satgas Pamtas RI-RDTL merupakan garda terdepan TNI dalam menjaga perbatasan demi mewujudkan dan menegakkan kedaulatan bangsa dan negara. Maka,  menjaga keutuhan wilayah NKRI dan melindungi segenap tumpah dan darah Indonesia wajib menjadi acuhan utamanya.

Oleh karenanya, setiap prajurit Satya Wira Yudha harus mampu menjadi suri tauladan bagi masyarakat di sekitar perbatasan Indonesia. 

“Yang utama, bagaimana kita bisa menggugah kesadaran mereka untuk ikut serta menjaga tapal batas negara Indonesia,” kata Mayor Inf Bayu. 

Menurut dia, dalam Satgas Pamtas kali ini, pembagian Yonif 742/SWY telah mendapat tugas di wilayah perbatasan. Diantaranya, sektor timur akan bersentuhan langsung dengan Kabupaten Belu, Provinsi NTT. 

“Tugas ini, menggantikan Yonif 744 Raider Khusus 744/SYB,” ucap Mayor Inf Bayu.

Sesuai jumlah pos, Satgas Pamtas Yonif 742/SWY akan dibagi menjadi sebanyak 20 pos dan satu Mako Satgas yang tersebar di sepanjang wilayah perbatasan RI-RDTL.

Selain tugas menjaga wilayah perbatasan. Mayor Bayu menegaskan, agar pembinaan teritorial kepada masyarakat disekitar pos harus aktif dilakukan. 

Harapannya, lanjut Bayu, agar terjalinnya komunikasi sosial, kedekatan dan kebersamaan yang baik antara TNI dengan rakyat, sehingga dengan sendirinya akan terciptanya kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Selain itu, Dansatgas Pamtas Yonif 742/SWY juga meminta kepada prajuritnya untuk segera melaksanakan orientasi wilayah. Di mana, karakteristik medan harus dilakukan. Selain itu, mengenali dan menjunjung tinggi adat istiadat, budaya, situasi dan kondisi daerah setempat juga harus disegarakan. 

“Saya minta, segera kenali tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat sehingga apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan bisa segera mengambil langkah-langkah positif sebagai solusinya,” tegas Mayor Inf Bayu.

Ia berharap para prajurit TNI di perbatasan agar tidak melakukan pelanggaran sekecil apapun ataupun tindakan-tindakan yang dapat merugikan diri sendiri, masyarakat dan satuan.

“Pokoknya, lakukan hal-hal positif dan jangan lupa tetap berdoa,” tandas Mayor Inf Bayu. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.