Berbagi Berita Merangkai Cerita

Danrem 162/WB Ingatkan Masyarakat dan Prajurit TNI Potensi Bencana Gempa Bumi NTB

26

FOTO. Danrem (kiri) didampingi Pjs Bupati KSB saat membuka Latihan Posko II Penanggulangan Bencana Alam di Gedung Graha Fitra Kantor bupati setempat. (FOTO. KASDIM KSB/DS

MATARAM, DS – Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, wilayah Bali dan Nusa Tenggara (Nusra) memiliki kondisi geografis, geologis, hidrologis dan demografis yang memungkinkan terjadinya bencana alam, khususnya gempa bumi. Tiga wilayah kepulauan itu, dilalui jalur pegunungan Mediteranian.

Selain itu, adanya zona subduksi atau pertemuan antara Lempeng Euresia dan Lempeng Indonesia-Australia berakibat adanya palung lautan (Oceanic Trench) di sebelah selatan wilayah Provinsi Bali-Nusra yang layak di waspadai.

“Dampak yang ditimbulkan dari peristiwa bencana alam akan banyak menimbulkan kerugian, baik berupa fisik maupun non fisik yang akan berpengaruh pada jalannya roda pemerintahan serta segala aktifitas kehidupan masyarakat, maka dalam penanggulangannya diperlukan penanganan yang cepat, tepat, efektif, efisien, terpadu dan akuntabel untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkannya,” ujar Danrem saat membuka Latihan Posko II Penanggulangan Bencana Alam di Gedung Graha Fitra Kantor Bupati Sumbawa Barat, Senin (2/11).

Menurut Danrem, dalam fase tanggap darurat, sejatinya penanganannya harus dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasikan dalam satu komando.Oleh karena itu, pihaknya perlu segera mengambil langkah-langkah penanganan bencana alam melalui Latihan Penanggulangan Bencana Alam sesuai tugas pokok yang telah diamanatkan dalam undang-undang.

Kata Danrem, kerja jajaran TNI dalam penanggulangan bencana di daerah juga terjabarkan dalam Rencana Tindakan Kontijensi Korem 162/WB.

“Tentunya, sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan prajurit dan menguji kesiapan sarana prasarana yang dimiliki satuan jajaran Korem, maka perlu suatu latihan agar siap menghadapi bencana alam yang paling mungkin akan terjadi, yaitu gempa bumi yang berpotensi gelombang pasang tsunami, sehingga penanganannya dapat dilaksanakan secara cepat dan tepat,” jelas Danrem.

Dalam kesempatan itu. Jenderal bintang satu alumni Akmil 1993 itu, menekankan kepada seluruh peserta latihan agar melaksanakan dan mengikuti semua materi latihan dengan serius serta bersungguh-sungguh sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing.

“Hal ini, agar nantinya terjadi bencana maka para anggota jajaran Korem 162/WB dapat cepat bersinergi dengan instansi-instansi terkait lainnya dapat dengan cepat memberikan pertolongan kepada masyarakat yang tertimpa bencana,” tegasnya.

Sementara itu, Pjs Bupati KSB, HM Agus Patria, mengatakan, kegiatan latihan ini merupakan salah satu bentuk kesiapan dalam menanggulangi bencana alam. Termasuk, memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang hal-hal yang harus dilakukan apabila terjadi bencana alam.

“Mari kita tunjukkan secara bersama-sama semua pihak dalam mendukung kegiatan latihan penanggulangan bencana ini. Insya Allah kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat,” tandasnya. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.