Dana Desa untuk Bantu Pemda Lotim Cegah Penularan Corona

1 min read

SELONG,DS- Lombok Timur yang telah ditetapkan sebagai Zona Merah dalam masalah penanganan Corona, memerlukan dukungan dari seluruh pihak untuk memerangi virus Covid-19.

Adapun berdasarkan data yang per 27 Maret, terdapat 2 orang positif, 4 Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan 221 Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Sekda Lombok Timur, M. Juaini Taofik, Jumat (27/03/2020) menjelaskan peningkatan yang sangat signifikan terjadi pada data ODP setelah ditemukannya kasus pasien positif yang merupakan suami istri pemilik Pondok Pesantren.

“Dua positif, PDP 4 orang. Lalu, ODP 221 orang. Angka ini meningkat tajam setelah ada kasus di Al Gontori tersebut,” jelas Taofik.

Maka peran semua pihak sangat diharapkannya untuk membantu pencegahan penularan Covid-19. Termasuk keterlibatan Desa sebagai unsur Pemerintahan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

Taofik mengharapkan agar Pemerintah Desa (Pemdes) dapat mengalihkan Dana Desa (DD) untuk pencegahan penularan Covid-19. Terlebih Presiden Joko Widodo telah menerbitkan Surat Edaran agar Desa mengalokasikan anggaran dari DD untuk memerangi Corona.

Hal ini juga sesuai dengam Surat Edaran (SE) Nomer 8 Tahun 2020, tentang Desa Tanggap Covid-19 dan Penegasan Padat Karya Tunai Desa. Surat edaran ini jadi acuan dalam pelaksanaan Desa Tanggap Covid-19 dan pelaksanaan Padat Karya Tunai Desa (PKTD) dengan menggunakan dana desa.

“Setelah adanya surat edaran itu, kami pernah dengar juga di beberapa Daerah mewajibkan,” ujarnya.
Ia pun akan menjadikan hasil diskusi dengan wartawan, sebagai rekomendasi kepada Bupati untuk menerbitkan kebijakan agar DD dapat digunakan untuk pencegahan penularan Covid-19 di Lombok Timur.
“Hasil pertemuan ini akan kami jadikan sebagai rekomendasi ke pak Bupati, agar memanfaatkan dana desa untuk Covid-19 ini,” tandasnya.dd

Tinggalkan Balasan