Menu

Mode Gelap

Ekonomi · 15 Jul 2020 19:51 WITA ·

Dampak Pandemi, Kuota PTSL Lombok Timur Berkurang Drastis


					Lalu Mandra P Perbesar

Lalu Mandra P

SELONG, DS – Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang sebelumnya disebut sebagai Prona, ternyata terdampak juga oleh pandemi Covid-19. Akibatnya, terjadi pengurangan kuota jatah PTSL.

Sebelum adanya pandemi Covid-19, Lombok Timur mendapat jatah 65.000 Peta Bidang Tanah (PBT) untuk disertifikatkan pada pelaksanaan PTSL 2020 ini. “Karena situasi Covid ini, kemudian dipotong hampir 65%. Sehingga dari 65 ribu itu, tersisa hanya 30 ribu,” ujar Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional Lombok Timur, Lalu Mandra Prawiranegara, saat dijumpai Rabu (15/07/2020).

Adapun untuk rincian 30 ribu jatah yang tersisa ini, 20 ribu diantaranya dikerjakan oleh pihak ketiga. Sedangkan 10 ribu sisanya menjadi pekerjaan BPN Lombok Timur.

“Yang kita kerjakan hanya 10 ribu. Yang 20.000 itu, pihak ketiga sudah menang tender di Jakarta,” jelas Mandra.

Terpotongnya jumlah kuota PBT yang masuk dalam program PTSL 2020, cukup disayangkan oleh Mandra. Padahal, pihaknya telah terlebih dahulu melakukan sosialisasi dan pengukuran terhadap 34 Desa yang tercatat sebagai sasaran PTSL 2020.

“Padahal kita sudah curi start duluan. Kita sudah kerja, ternyata kondisinya begini. Sehingga, yang bisa kita kerjakan dari jumlah itu, hanya 18 Desa,” jelasnya. Sembari menjanjikan akan memasukkan kembali desa-desa yang tereliminir di tahun 2020 tersebut, pada program PTSL tahun 2021 mendatang.

Dari 18 Desa yang tetap mendapat program PTSL di tahun ini, sudah berhasil diterbitkan sebanyak 4.679 sertifikat. Yang direncanakan akan diserahkan secara simbolik kepada pemiliknya oleh Menteri ATR/BPN secara virtual, dalam waktu dekat ini.

“Perhari ini yang sudah kita laporkan siap untuk diserahkan itu sejumlah 4679 sertifikat. Plus dua sertifikat tanah wakaf. Dalam bulan ini mau diserahkan oleh Menteri secara virtual,” terang Mandra.

Mandra tak lupa berpesan kepada masyarakat untuk menyiapkan persyaratan pembuatan sertifikat. Karena jika tak ada aral melintang, ia meyakini seluruh bidang tanah di Lombok Timur sudah bersertifikat di tahun 2025.

“Semua bidang tanah di Lombok Timur sudah terpetakan. Silahkan memasang pal batas, dan menyiapkan bukti-bukti alas hak. Dan dikumpulkan di desa,” himbaunya. Dd

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 62 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Laju Kenakan Inflasi Dominan Dipengaruhi Angkutan Udara

1 Oktober 2022 - 12:27 WITA

Investor Malaysia Ekspor Hasil Budidaya Udang dari Sumbawa

1 Oktober 2022 - 12:18 WITA

Satresnarkoba Polresta Mataram Blusukan Bagikan Bansos

30 September 2022 - 15:10 WITA

Bazar Pangan Murah Sambut Maulid Nabi

30 September 2022 - 14:56 WITA

Disperindag NTB Komit Beri Layanan Informasi Publik Bidang Perdagangan

29 September 2022 - 12:52 WITA

BSK Grup Resmikan Kantor yang ke 26

17 September 2022 - 18:34 WITA

Trending di Ekonomi