Berbagi Berita Merangkai Cerita

Dampak Pandemi, Kuota PTSL Lombok Timur Berkurang Drastis

27

SELONG, DS – Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang sebelumnya disebut sebagai Prona, ternyata terdampak juga oleh pandemi Covid-19. Akibatnya, terjadi pengurangan kuota jatah PTSL.

Sebelum adanya pandemi Covid-19, Lombok Timur mendapat jatah 65.000 Peta Bidang Tanah (PBT) untuk disertifikatkan pada pelaksanaan PTSL 2020 ini. “Karena situasi Covid ini, kemudian dipotong hampir 65%. Sehingga dari 65 ribu itu, tersisa hanya 30 ribu,” ujar Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional Lombok Timur, Lalu Mandra Prawiranegara, saat dijumpai Rabu (15/07/2020).

Adapun untuk rincian 30 ribu jatah yang tersisa ini, 20 ribu diantaranya dikerjakan oleh pihak ketiga. Sedangkan 10 ribu sisanya menjadi pekerjaan BPN Lombok Timur.

“Yang kita kerjakan hanya 10 ribu. Yang 20.000 itu, pihak ketiga sudah menang tender di Jakarta,” jelas Mandra.

Terpotongnya jumlah kuota PBT yang masuk dalam program PTSL 2020, cukup disayangkan oleh Mandra. Padahal, pihaknya telah terlebih dahulu melakukan sosialisasi dan pengukuran terhadap 34 Desa yang tercatat sebagai sasaran PTSL 2020.

“Padahal kita sudah curi start duluan. Kita sudah kerja, ternyata kondisinya begini. Sehingga, yang bisa kita kerjakan dari jumlah itu, hanya 18 Desa,” jelasnya. Sembari menjanjikan akan memasukkan kembali desa-desa yang tereliminir di tahun 2020 tersebut, pada program PTSL tahun 2021 mendatang.

Dari 18 Desa yang tetap mendapat program PTSL di tahun ini, sudah berhasil diterbitkan sebanyak 4.679 sertifikat. Yang direncanakan akan diserahkan secara simbolik kepada pemiliknya oleh Menteri ATR/BPN secara virtual, dalam waktu dekat ini.

“Perhari ini yang sudah kita laporkan siap untuk diserahkan itu sejumlah 4679 sertifikat. Plus dua sertifikat tanah wakaf. Dalam bulan ini mau diserahkan oleh Menteri secara virtual,” terang Mandra.

Mandra tak lupa berpesan kepada masyarakat untuk menyiapkan persyaratan pembuatan sertifikat. Karena jika tak ada aral melintang, ia meyakini seluruh bidang tanah di Lombok Timur sudah bersertifikat di tahun 2025.

“Semua bidang tanah di Lombok Timur sudah terpetakan. Silahkan memasang pal batas, dan menyiapkan bukti-bukti alas hak. Dan dikumpulkan di desa,” himbaunya. Dd

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.