Berbagi Berita Merangkai Cerita

Dampak Gempa, 30 an KK Warga Punia Bermalam di Kuburan

0 9

MATARAM,DS-Sebanyak 30 an KK warga Punia Saba, Kelurahan Punia, Kota Mataram, mengungsi sekaligus bermalam di atas tanah pekuburan kelurahan setempat. Gempa yang berkekuatan cukup besar menjadi alasan utama mereka memilih areal peristirahatan para jenazah itu sebagai lokasi pengungsian.

Baik orang tua maupun anak-anak tidak merasa takut bermalam di areal pekuburan sejak gempa pertama 6,4 SR 29 Juli 2018. Setelah gempa kedua dan ketiga 5 dan 9 Agustus, warga tetap bertahan di sana.

Kelurahan Punia sendiri merupakan wilayah yang padat penduduk. Ketika terjadi gempa banyak rumah warga yang retak. Bahkan kuburan yang semula terpisah antara pekuburan warga Karang Kateng dan Punia Saba, yang dibatasi tembok, ikut rubuh. Pekuburan itu akhirnya menyatu. Di areal itulah warga bermalam menggunakan tenda dengan aliran listrik yang diambil dari rumah warga sekitar.

Salah seorag warga setempat, Zulkifli, Sabtu (11/8), menuturkan warga mulai mengungsi sejak gempa bumi pertama. Pasalnya, warga merasa khawatir terjadi musibah yang menimpa mengingat kondisi perumahan sudah banyak yang mengalami kerusakan.

“Karena itulah tidak ada perasaan takut, anak-anak juga sudah biasa bermain di sini (pekuburan),” cetus Zulkifli yang juga seorang penjaga malam itu. Seluruh anggota keluarga dibawa serta seperti bayi dan kanak-kanak.

Menurut warga lain, Mahyun, masyarakat punia sudah terbiasa dengan areal pekuburan sehingga tidak ada rasa takut lagi. Terlebih, areal Punia yang padat penduduk tidak memungkinkan mencari lahan lain yang lapang. Pilihan yang dianggap tepat adalah kuburan.

Selain di areal pekuburan, warga Punia Saba juga mengungsi di halaman SMPN 9 Mataram. Terdapat pula warga yang tidur di pinggir jalan raya Abdul Kadir Munsyi. Bagi mereka, gempa lebih menakutkan ketimbang hanya tidur di areal kubur. ian

Leave A Reply