Dampak El Nino, Lombok Timur Dipastikan Aman dari Ancaman Kerawanan Pangan

Ketersediaan pangan di Lotim. Li

Selong, DS- Musim Elnino yang berlangsung selama beberapa bulan ke terakhir ini membuat aktivitas produksi pangan, utamanya padi menurun. Kondisi ini diduga memicu melonjaknya harga beras.

Namun demikian, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) memastikan Lombok Timur masih cukup aman dari ancaman kerawanan pangan.

Kepala DKP Lotim, Drh. Achsan Nasirul Huda, mengaku sudah keliling mengecek kondisi pangan masyarakat di pasar-padar. Diakui, selama beberapa hari terakhir ini harga beras sebagai pangan utama masyarakat Lotim terus merangkak naik.

DKP melihat stok pangan masyarakat sejauh ini masih mencukupi. Disamping itu, Badan Urusan Logistik (Bulog) juga terus melakukan kegiatan Operasi Pasar (OP). Stok cadangan pangan yang tersimpan di Bulog disebut juga masih relatif aman sampai beberapa bulan ke depan.

“Kita terus Koordinasi dengan Bulog dan kita datangi kios-kios penjual pangan di pasar-pasar,” terangnya. Soal harga saat ini premium sudah tembus Rp 13 ribu lebih per kilogram. Sedangkan medium Rp 12 ribu per kilogram. Harga dari Bulog sendiri Rp 9.450 Per Kilogram.

Saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi, Presiden Jokowi juga memastikan stok beras cukup dari pusat sampai daerah. Berapa jumlah kenaikannya saat ini terus terpantau. Gejolak harga terlalu tinggi langsung disikapi sehingga tidak terjadi inflasi yang berlebihan.

Dari Badan Ketahanan Pangan Nasional juga sudah siap akan salurkan beras dari Cadangan Pangan Nasional ke masyarakat kurang mampu. Kegiatan ini di luar operasi pasar. Pendistribusian nanti lewat dinas sosial yang akan diberikan kepada warga sesuai Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Jumlahnya 147.122 penerima manfaat dengan jumlah beras sebanyak 4.416 ton dan yang akan disalurkan selama tiga bulan. Masing-masing Kelompok Penerima Manfaat (KPM) 10 kg.

“Kalau kurang juga Bulog akan datangkan beras dari luar daerah,”tambah Achsan.

Menurutnya, produksi memang berkurang karena karena berdasarkan informasi dari Dinas Pertanian, jumlah yang tanam padi berkurang.

“Insya Allah tidak sampai rawan pangan karena stok ada,” katanya.li

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.