A place where you need to follow for what happening in world cup

Dampak Banjir Bima, Danrem Pantau Fasilitas Umum yang Rusak

37

FOTO. Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, saat meninjau sejumlah fasilitas umum yang rusak akibat diterjang banjir bandang di Kabupaten Bima. (FOTO. HUMAS KOREM WIRABHAKTI/DS).

MATARAM, DS – Komandan Korem 162/WB, Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, meninjau kondisi dua jembatan penghubung dua desa yang putus akibat diterjang banjir bandang di Kabupaten Bima pada Minggu (4/4).

Kedua jembatan penghubung itu, yakni Desa Woro dengan Mpuri dan jembatan penghubung antara Desa Woro dengan Desa Campa di Kecamatan Madapangga Bima.

Danrem mengatakan, kondisi dua jembatan penghubung antar desa itu harus segera diambil langkah untuk mempercepat pemulihan infrastruktur agar masyarakat tidak terisolasi oleh keadaan.

“Jembatan penghubung di Desa Bolo dengan Desa Rade untuk sementara waktu akan dipasang acrow panel untuk membantu akses jalan bagi warga setempat sebelum diperbaiki oleh alat berat, namun tidak bisa dilalui oleh kendaraan dengan muatan berat,” ujar Rizal dalam siaran tertulisnya, Senin (5/4).

Danrem mengatakan khusus jembatan penghubung antara Desa Woro dengan Mpuri, akan diperbaiki melalui kegiatan karya bakti. Sebab, dari pantauannya, kondisi jembatan tidak terlalu parah dan masih bisa dilalui kendaraan.

Namun, lanjut dia, untuk kendaraan yang bermuatan berat harus ditutup agar tidak memperparah kondisi jembatan.

“Dari kemarin hingga tadi, saya sudah minta jajaran TNI untuk mengawasi agar tidak memperbolehkan mobil-mobil yang muatannya berat untuk melewati jalan ini, agar tidak putus seperti di Desa Bolo,” tegas Ahmad Rizal.

Menurut Danrem, saat mengecek kondisi jembatan yang berada di Desa Campa, dirinya mengucapkan syukur karena di lokasi setempat sudah dibuat akses jalan darurat, sehingga masyarakat dapat menggunakannya sebagai akses jalan.

“Alhamdulillah sudah dibuatkan akses darurat di jembatan Desa Campa, nanti kita bantu juga dengan kegiatan karya bhakti TNI,” kata Danrem.

Selain itu, Jenderal Bintang Satu itu juga mengajak semua pihak untuk tetap bersiaga dan memperbaiki saluran air disekitar kampung atau pemukiman tempat tinggal di wilayah terdampak banjir di Kabupaten Bima.

“Ini agar debit air dari hujan dapat tersalurkan menuju hilir sehingga tidak terjadi banjir seperti sekarang,” tandas Danrem.

Sebelumnya, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Bima melaporkan dua warganya meninggal dunia akibat kejadian tersebut. Tercatat kurang lebih 9.245 KK atau 27.808 jiwa terdampak.

Selain korban jiwa, kurang lebih 9.245 unit rumah warga terendam, 12 diantaranya rusak. Empat unit jembatan juga ikut terputus. Selain itu, 294 hektare lahan pertanian dan 25 hektare lahan perikanan warga ikut terdampak.

Hujan yang turun selama kurang lebih sembilan jam pada Sabtu (3/4), di seluruh wilayah Kabupaten Bima menyebabkan bendungan yang ada di empat kecamatan meluap, sehingga menggenangi persawahan dan perumahan warga di 29 desa.

Tercatat wilayah yang terdampak banjir adalah Kecamatan Madapangga, Kecamatan Bolo, Kecamatan Woha, dan Kecamatan Monta, Kabupaten Bima. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.

Lewat ke baris perkakas