Berbagi Berita Merangkai Cerita

Dalam Sehari, 21 Kasus Baru Positif Covid-19 di NTB 100 Persen Dampak Perjalanan ke Gowa Makassar

0 10

MATARAM,DS-Pengaruh perjalanan jamaah ke Gowa Makassar terhadap penderita Covid-19 di NTB cukup tinggi. Ha itu ditunjukkan oleh data pasien dari hari kehari yang tidak sepi mewarnai konfirmasi positif corona setelah mereka ikut serta melakukan perjalanan ke sana. Bahkan pada Senin (20/4), 100 persen dari 21 kasus baru bagian dari rekam jejak itu.

Selain sebagian besar pasien Cluster Gowa, terdapat pasien yang memiliki riwayat kontak dengan mereka. Padahal, beberapa hari sebelumnya, data positif Covid-19 senantiasa menyertakan pasien Cluster Gowa Makassar menyusul penjemputan terhadap Orang Dalam Pemantauan (ODP) tersebut yang jumlahnya diperkirakan mencapai 750 orang.

Sekda NTB, Drs.HL Gita Ariadi, dalam rilisnya, Senin (20/4), memaparkan data pasien positif dari Cluster Gowa bernomor 73, an. Tn. S, laki-laki usia 57 tahun, pasien nomor 74, an. Tn. AS, laki-laki usia 30 tahun dan pasien nomor 75, an. Tn. H, laki-laki, usia 30 tahun. Ketiganya merupakan penduduk Desa Labuan Bontong, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Sumbawa dan dalam keadaan baik.

Pasien nomor 76, an. Ny. R, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Kananga, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Kendati tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19 namun memiliki riwayat kontak erat dengan orang yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Bima dan dalam kondisi baik.

Pasien nomor 77, an. Tn. I, laki-laki usia 38 tahun, penduduk Desa Kananga, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Sedangkan pasien nomor 78, an. Tn. AH, laki-laki usia 28 tahun, penduduk Desa Bonto Kape, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, kendati tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19 yang bersangkutan punya riwayat kontak erat dengan orang yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar.

Pasien nomor 79, an. Ny. IJ, perempuan usia 63 tahun dan pasien nomor 80, an. An. IA, laki-laki usia 14 tahun,masing-masing penduduk Desa Kananga, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19 namun memiliki riwayat kontak erat dengan orang yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Dari desa yang sama terungkap pasien nomor 81, an. Tn. B, laki-laki usia 32 tahun, pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar.

Pasien nomor 82, an. Tn. A, laki-laki usia 57 tahun, penduduk Desa Kore, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima dan pasien nomor 83, an. Tn. S, laki-laki usia 65 tahun, penduduk Desa Kananga, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar.

Pasien nomor 84, an. Tn. S, laki-laki usia 30 tahun, penduduk Desa Kananga, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Pasien nomor 85, an. Tn. MS, laki-laki usia 33 tahun, penduduk Desa Kananga, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Pasien nomor 86, an. Tn. MZ, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Tanak Beak, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, pun pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar.

Pasien nomor 87, an. Tn. A, laki-laki usia 60 tahun, penduduk Desa Aik Darek, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar.

Pasien nomor 88, an. An. MA, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, kendati tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19 yang bersangkutan memiliki riwayat kontak erat dengan orang yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar.

Pasien nomor 89, an. Tn. MF, laki-laki usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Pejarakan Karya, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar dalam 14 hari sebelum sakit. Hal serupa pada pasien 90, an. Tn. SMP, laki-laki usia 57 tahun, penduduk Jatisela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat dan pasien 91, an. Tn. A, laki-laki usia 36 tahun, penduduk Keluarahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, masing-masing pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar.

Pasien 92, an. Ny. HK, perempuan usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, kendati tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19 yang bersangkutan memiliki riwayat kontak erat dengan orang yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar.

Diperoleh pula data pasien 93, an. Tn. R, laki-laki usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Dayen Pekan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Semua pasien tersebut sudah diisolasi dan menerima perawatan di rumah sakit. ian

Leave A Reply